Breaking News:

Honda DBL DKI Jakarta Series 2018

SMANDU The Giant Killer Dampingi SMAN 61, Wakili Grup B ke Fantastic Four

Luar biasa tim putra SMAN 2 Jakarta. Tim polesan Rudi Ohandi ini layak menyandang julukan baru; The Giant Killer.

DBL Indonesia/Genta
DUEL KETAT -- Kapten SMAN 2, Malvin Haryanto (jersey gelap) mendapat hadangan dari kapten SMAN 3, Salman Alfarisi saat keduanya bertemu di laga terakhir Grup B Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 di GOR Soemantri, Rabu (14/11) kemarin. 

Adalah Smandu yang berhasil keluar dari tekanan itu, sejak memasuki kuarter ketiga. Tepatnya, saat laga memasuki menit kelima.

Under basket Stephen Sanjaya Prischou menjadi titik balik keperkasaan Smandu untuk unggul atas Teladan. Pemain bernomor punggung 15 itu membawa Smandu unggul 9-7.

Mulai dari momen itu, Smandu menjelma bagaikan monster bagi pertahanan Teladan. Perolehan poin Smandu mulai menjauh dari juara dua kali Honda DBL DKI Jakarta edisi 2012 dan 2016 tersebut.

Smandu makin tak terbendung setelah berhasil mendapatkan 7 poin beruntun pada 20 detik terakhir.

Empat poin diantaranya berhasil ditorehkan sang kapten, Malvin Haryanto. Skor 22-15 menjadi milik Smandu, sekaligus memaksa Teladan angkat koper.

Hasil ini mengantarkan Smandu lolos ke semifinal sebagai runner-up Grup B setelah mengemas 5 poin, hasil dari 2 kali menang dan sekali kalah.

Satu tiket lainnya direbut SMAN 61 yang melaju dengan status sebagai pemuncak klasemen. Menyusul kemenangan 41-37 atas SMAK 5 Penabur.

NASA (julukan SMAN 61) juga mengemas 5 poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali kalah. Namun, NASA memiliki keunggulan head to head karena pada pertemuan awal fase Grup B, NASA menang atas Smandu.

Pada babak Fantastic Four alias semifinal yang digelar hari ini, Smandu akan bertemu SMA Bukit Sion yang sukses menjadi pemuncak Grup A. Sedangkan SMAN 61 akan bentrok dengan SMA Al-Izhar Pondok Labu.

”Berhasil lolos ke semifinal, rasanya tanggung kalau tidak sekalian memasang target maksimal (juara, Red). Apalagi, anak-anak sudah bermain lebih lepas tanpa beban dan makin kolektif. Jadi, siapapun lawannya akan kami hadapi sekuat tenaga,” ungkap Om Abok, sapaan akrab Rudi Ohandi, pelatih Smandu. (*)

Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved