Breaking News:

Momen Tak Terlupakan Kepala Sekolah dengan Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Kepala SD Imanuel Viktori, Rommie Winoko, mengenang sosok keluarga korban pembunuhan sekeluarga yang suka memberikan sumbangan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor:
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala SD Imanuel Viktori, Rommie Winoko 

WARTA KOTA, BEKASI----Kepala SD Imanuel Viktori, Rommie Winoko, mengenang sosok keluarga korban pembunuhan sekeluarga di Jalan Bonjong Nangka II RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Ia teringat di saat akan mengadakan kegiatan pramuka di sekolah itu. Orangtua dari Sarah Boru Nainggolan dan Arya Nainggolan yang menyumbangkan kopi, susu, maupun cemilan untuk petugas dan guru sekolah mempersiapkan acara.

"Jadi kan besok mau acara pramuka, malamnya kami siap-siap mulai dekorasi tempat dan tata tempat. Kami bermalam di sini. Ibunya datang bawa kopi dan susu banyak," kata Rommie kepada Warta Kota, Kamis (15/11/2018).

Selain itu momen yang diingatnya saat kegiatan lomba 17 Agustus 2018 di sekolah.

Orangtua dilibatkan untuk mengkuti kegiatan lomba. Orangtua orang Sarah dan Arya ikut dalam pertandingan futsal antar-orangtua.

"Waktu itu kurang orang, ada orangtua anak itu. Akhirnya bapaknya ikutan main futsal jadi kiper. Ibunya juga ikut lomba tanding sama ibu-ibu orangtua murid lainnya. Kami sering foto bersama tiap kali acara," katanya.

Selain itu korban yang memilik warung kelontong seringkali menyumbangkan kopi ke petugas keamanan sekolah setiap bulannya.

"Mereka itu suka kasih ke sekuriti sekolah kopi sampai tiga renceng gitu. Sebulan sekali atau dua kali. Memang sudah rutin ada jatahnya. Baik banget suka bagi-bagi makanan juga," ujarnya.

Oleh karenanya mendengar kabar pembunuhan satu keluarga tersebut, ia sangat terpukul.

"Pasca kejadian ini perasaan saya terpukul sekali ya kaget. Saya dapat info dari saudaranya yang sekolah juga di sini. Saya cek benar rumahnya ramai dan jenazahnya dimasukkan ke ambulance," jelasnya.

Secara akademik, kata Rommie, Sarah dan Arya tidak terlalu padai tetapi bisa mengikuti pelajaran.

"Nilai selalu tuntas, mereka bisa mengikuti pelajaran. Wali kelasnya suka mereka itu rajin dan tidak pernah berbuat ulah di sekolah," paparnya.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini mulai mendapatkan titik terang dengan ditahannya terduga pelaku pembunuh satu keluarga itu.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Polisi Lacak Terduga Pelaku Gunakan Nomor Telepon Seluler

Baca: Meski Sudah Ditangkap, HS Diduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Belum Tersangka

Baca: Cerita Pemilik Rumah Kos Dititipin Mobil Korban Pembunuhan Satu Keluarga

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved