Demo Buruh

Aksi Demo Buruh di Tangerang Tuai Cibiran dari Masyarakat

Aksi demonstrasi buruh mendapat cibiran dari sebagian masyarakat Kota Tangerang yang merasa dirugikan.

Aksi Demo Buruh di Tangerang Tuai Cibiran dari Masyarakat
Warta Kota/Andika Panduwinata
Aksi demonstrasi buruh, Kamis (15/11/2018), mendapat cibiran dari sebagian masyarakat Kota Tangerang yang merasa dirugikan. Sebab aksi tersebut membuat macet sebagian ruas jalan protokol. 

AKSI demonstrasi buruh mendapat cibiran dari sebagian masyarakat Kota Tangerang yang merasa dirugikan.

Sebab, aksi tersebut membuat macet sebagian ruas jalan protokol.

Bukan hanya menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, aksi yang hanya diikuti kurang lebih 500 orang buruh tersebut juga dinilai kurang pas.

Pasalnya beberapa di antara peserta aksi tersebut mengendarai sepeda motor berkelas yakni Kawasaki Ninja 250 cc, Kawasaki Ninja RR, Yamaha Nmax.

Euis Sulastri salah seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi aksi demo mengaku heran dengan tuntutan buruh.

Menurutnya secara kasat mata mereka terlihat mampu untuk membeli sepeda motor berkelas.

“Yang bener aja, katanya gajinya enggak cukup buat makan kok makanya motor gede, itu mah bukannya enggak cukup buat makan tapi enggak cukup buat bayar cicilan motor,” ujar Euis, Kamis (15/11/2018).

Ia menilai tuntutan buruh yang saat melakukan aksi demo dengan menggunakan motor berkelas kurang relevan dan mencerminkan kerakusan.

“Serakah ini mah, udah punya motor gede masih juga pengen gaji gede. Memang mereka tidak akan merasa cukup,” ucapnya.

Bukan hanya Euis, Tukiman salah seorang pengemudi taksi berbasis online juga mengaku terganggu dengan kemacetan yang disebabkan oleh para peserta aksi yang menuntut kenaikan upah sebesar Rp 4,5 juta lebih.

“Saya sudah dua jam terjebak kemacetan, seolah olah hanya mereka yang punya jalan,” kata Tukiman.

Aksi buruh yang menutup badan jalan dinilainya sebagai aksi yang kurang pantas.

Karena dalam menyuarakan aksinya tersebut para buruh tentunya harus memperhitungkan kepentingan umum lainnya.

“Jangan semena-mena, memangnya jalanan ini cuma punya buruh, kami juga sama cari makan yang halal untuk anak istri kami,” paparnya.

Seperti diketahui ratusan buruh berunjuk rasa mendesak Pemerintah Kota tangerang memberikan rekomendasi kepada Gubernur Banten upah sebesar Rp 4.505.000 per bulannya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved