30 Lapak Pemulung di Penjaringan Dibongkar, Bakal Dibagun Lahan Pembuangan Sampah Sementara

SEBANYAK 30 lapak pemulung di RW 17 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar pada Kamis (15/11/2018).

30 Lapak Pemulung di Penjaringan Dibongkar, Bakal Dibagun Lahan Pembuangan Sampah Sementara
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Puluhan lapak pemulung di RW 17 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar untuk dijadikan Lahan Pembuangan Sementara (LPS), Kamis (15/11/2018). 

SEBANYAK 30 lapak pemulung di RW 17 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar pada Kamis (15/11/2018).

Lahan tersebut nantinya dijadikan Lahan Pembuangan Sementara (LPS). Pembongkaran lapak yang dijadikan tempat penampungan barang-barang pemulung tersebut melibatkan 160 petugas gabungan dari PPSU, Satpol PP, Sudin LH, dan lain-lain. Dua alat berat eskavator juga dikerahkan ke lokasi.

Camat Penjaringan Mohammad Andri mengatakan, penertiban lapak pemulung itu dilakukan untuk membuat LPS di atas lahan seluas 800 meter persegi tersebut. Sekaligus, untuk menggantikan TPS Muara Baru.

Baca: Jusuf Kalla Yakin Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin Tak Berpengaruh Jika Rizieq Shihab Pulang

“Kebetulan kita memang punya program pemindahan LPS dari Jalan Muara Baru Raya dipindahkan ke sini, lokasinya cukup luas dan lebih tertutup ya. Ini kita mulai bersihkan kemudian nanti kita bangun,” katanya.

Andri menjelaskan, selama ini TPS yang berada di Jalan Muara Baru Raya tidak begitu luas, sehingga kerap kali menimbulkan penumpukan sampah. Pembersihan lahan itu sendiri ditargetkan rampung selama dua minggu.

Ada pun setelah pembersihan lahan rampung, maka dilanjutkan dengan pembangunan LPS yang direncanakan bakal memakan waktu selama dua bulan. Diharapkan akan menjadi solusi penampungan sampah di Kelurahan Penjaringan.

Baca: Pemkot Tangerang Bakal Terapkan Sistem Tiket Elektronik untuk Transportasi Umum

“Ini lokasinya kan lebih luas dan lebih tertutup, jadi enggak sembarangan orang buang sampah. Pembersihan rencananya dua minggu, terus pengerasan lahan ya, baru pembangunan. Untuk LPS-nya sekitar dua bulan lah, kan cukup besar," paparnya.

“Nantinya untuk satu kelurahan buangnya ke sini. Kalau yang kecamatan mungkin hanya beberapa RW sekitar saja kayak Pluit. Kita kan juga punya LPS lain, di Muara Angke juga ada, masing-masing sudah punya,” sambungnya.

Andri menceritakan, lapak yang dibongkar kali ini sebenarnya sudah pernah ditertibkan. Namun, ketika itu ada oknum-oknum yang memanfaatkan lahan sebagai lokasi penyimpanan barang bekas, sehingga kembali harus ditertibkan.

Keberadaan LPS baru mendesak setelah sampah di TPS Muara Baru sempat menumpuk beberapa waktu lalu. Ada pun lokasi LPS yang akan dibangun berada tidak jauh dari seberang Kantor Kelurahan Penjaringan. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved