Pembunuhan di Bekasi

Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Wali Kelas: Sarah Sempat Cuci Tangan Tujuh Kali

Dua bocah turut menjadi korban pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi, yakni Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Penulis: Muhammad Azzam | Editor:
Warta Kota/Muhamad Azzam
Bunga Rebista Panjaitan, wali kelas Sarah Boru Nainggolan. 

 WARTA KOTA, BEKASI---Dua bocah turut menjadi korban pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi, yakni Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7)

Kedua bocah itu ditemukan tewas di rumah orangtua mereka di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 007 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Keduanya tewas bersama kedua orangtuanya Diperum Nainggolan (38) dan Maya Boru Ambarita (37).

Bocah pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini merupakan pelajar sekolah dasar (SD) di Sekolah Imanuel Victory yang tidak jauh dari rumah mereka. Sarah duduk di kelas tiga SD dan Arya duduk di kelas satu SD.

Peristiswa pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi ini menyisakan kesedihan bagi guru-guru sekolah tempat Sarah dan Arya belajar.

Baca: Polisi Tentukan 3 Hal Ini Dari Banyaknya Jejak Sepatu di Rumah Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Baca: Muka Polos 2 Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Bikin Anggota Keluarga dan Kerabat Menangis

Bunga Rebista Panjaitan, Wali Kelas Sarah, mengatakan, Sarah adalah anak yang baik, aktif dan perhatian dengan adiknya Arya yang satu sekolah dengannya.

"Sarah ini baik bangat, rajin engga pernah usil dengan teman. Sarah cukup cerewet banyak tanya banyak hal," kata Bunga Rebista Panjaitan kepada Warta Kota saat ditemui di sekolah Imanuel Victori Jalan Bojong Nangka IV, Jatirahayu, Pondok Melati, Rabu (14/11/2018).

Ia mengatakan, Sarah terbilang sayang dengan adiknya. Seperti adiknya selalu mampir ke kelas kakaknya dan suka mengantarkan makanan maupun minta diantar ke kamar mandi.

Adiknya tiap hari bisa tiga kali datang ke kelas Sarah atau dirinya mengajar.

"Arya bilang ke saya,'Permisi ibu guru cantik, aku mau antar makan kakaknya.' Kemudian dibalik lagi ke kelas kalanya sekitar pukul 09.00 pagi. Arya minta diantar ke kamar mandi. Saya tanya kenapa? Arya jawab mau minta kakak antar ke kamar mandi dia engga berani," katanya.

Sebagai wali kelas, ia pun memberikan izin karena Sarah memang sayang banget dengan adiknya, Arya. Satu hari bisa minta izin ketemu sampai empat kali.

Ia mengatakan, sehari sebelum ditemukan tewas pada Senin (12/11/2018), Sarah sempat mengeluhkan tangannya bau amis ketika sedang kegiatan belajar mengajar.

Bahkan Sarah minta izin untuk cuci tangan ke dirinya.

"Waktu lagi nulis Sarah bilang,'Bu guru tangan saya bau amis, saya mau cuci tangan ya.' Saya bilang engga amis kok, dia bilang,'Ah ibu saja yang jelek penciumannnya.' Ya sudah saya suruh dia cuci tangan," kata Bunga.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved