Pembunuhan di Bekasi

Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Arya Sempat Pinjam Buku Berjudul Bebek dari Kakek

Pembunuhan satu keluarga, sebelum Arya ditemukan tewas dibunuh, ia sempat pinjam buku berjudul Bebek dari Kakek.

Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Arya Sempat Pinjam Buku Berjudul Bebek dari Kakek
Warta Kota/Muhamad Azzam
Antiek Thynentie, Kepala Perpustakaan SD Kristen Imanuel Viktori. 

WARTA KOTA, BEKASI---Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), korban tewas pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, dinilai rajin ke perpustakaan sekolahannya di Yayasan Pendidikan Kristen Imanuel Viktori.

Hal itu diungkapkan Antiek Thynentie, Kepala Perpustakaan SD Kristen Imanuel Viktori, saat ditemui Warta Kota di sekolah, Rabu (14/11/2018).

Ia mengatakan, keduanya hampir dua kali setiap minggu pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku.

"Kalau baca buku di perpustakaan hampir setiap hari di jam istirahat. Tapi kalau pinjam buku buat dibawa pulang itu satu minggu sekali atau dua kali," katanya.

Antiek mengatakan, sebelum ditemukan tewas pada Senin (12/11/2018), Arya sempat meminjam buku berjudul Bebek dari Kakek.

"Arya ini tanggal 8 November pinjam buku berjudul Kisah Petualangan Cilik. Tanggal 12 kembalikan buku dan pinjam buku lagi berjudul Bebek dari Kakek," kata Antiek.

Begitu juga Sarah pada tanggal 8 November 2018 sempat pinjam buku berjudul Kalung Saleha.

Pada saat meminjam buku itu, Antiek sempat salah tulis nama Sarah menjadi Desi.

"Saya engga tahu reflek begitu bisa salah tulis nama. Saya tulis Desi, terus dia bilang, 'Bu namanya salah, nama saya Sarah.' Oiya maaf ya, langsung saya coret dan ganti jadi Sarah," katanya.

Ia menambahkan saat meminjam buku gerak-gerik Arya tidak pada biasanya. Arya biasanya hanya menunggu di depan meja pinjam namun, dia memepet dirinya hingga bersandar ke pinggangnya.

"Jadi tanggal Senin 12 November itu, sehari sebelum tewas, Arya tidak biasanya saat meminjam buku Arya mepet-mepet ke saya. Ini kok anak kenapa, ternyata besoknya meninggal," katanya.

Satu keluarga ditemukan tewas di Jalan Bonjong Nangka II RT 002 RW 007 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Selasa (13/11/2018) dini hari.

Empat korban tewas itu, yakni Diperum Nainggolan (38), suami; Maya Boru Ambarita (37), istri; Sarah Boru Nainggolan (9), anak pertama; dan Arya Nainggolan (7), anak kedua.

Keempat tewas akibat luka senjata tajam dan benda tumpul di leher maupun bagian tubuh lainnya.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Wali Kelas: Sarah Sempat Cuci Tangan Tujuh Kali

Baca: 2 Muridnya Tewas Dibunuh, Guru-guru Imanuel Viktori Gemetar dan Sekolah Diliburkan

Baca: Polisi Tentukan 3 Hal Ini Dari Banyaknya Jejak Sepatu di Rumah Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved