Info Kementerian

Mensos: Indonesia Butuh Pahlawan dari Generasi Milenial

Di hadapan 650-an pelajar dari 34 SMA se-Jabodetabek, Mensos menyatakan bahwa istilah pahlawan tidak hanya terkait dengan masa lalu.

Mensos:  Indonesia Butuh Pahlawan dari Generasi Milenial
Dok Humas Kementerian Sosial
Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada kegiatan “Pahlawan Goes To School” di Gedung Konvensi, Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Rabu (14/11). 

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita melecut motivasi dan nasionalisme ratusan generasi muda yang memadati Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta.

Di hadapan 650-an pelajar dari 34 SMA se-Jabodetabek, Mensos menyatakan bahwa istilah pahlawan tidak hanya terkait dengan masa lalu.

“Kalian sendiri dari generasi milenial, suatu saat bisa menjadi pahlawan. Negara ini membutuhkan pahlawan dari generasi milenial. Maka, jadikan semangat perjuangan pahlawan di masa lalu, sebagai inspirasi kalian dalam berkarya,” kata Mensos, dalam sambutannya pada kegiatan “Pahlawan Goes To School” di Gedung Konvensi TMPNU Kalibata, Jakarta, Rabu (14/11).

Mensos memaklumi, bila istilah pahlawan lebih banyak dilekatkan dengan masa lalu. Mensos mencuplik ketentuan pada Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Di sini disebutkan bahwa, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara,” kata Mensos.

Menurut Mensos, perjuangan berat para pahlawan mengusir penjajah ini, pada akhirnya mengantar pada kemerdekaan sebagaimana kita nikmati bersama. “Maka perjuangan mereka patut diapresiasi dan hasilnya berupa kemerdekaan disyukuri. Yang tidak kalah penting, perjuangan mereka juga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” lanjutnya.

Mensos mengajak generasi “jaman now” menyerap nilai-nilai kepahlawanan untuk kemudian ditransformasikan pada kondisi milenial saat ini. Nilai-nilai tersebut adalah nilai cinta tanah air, rela berkorban, berani memulai, peduli, berbagi, ikhlas dan toleran. “Nilai kejuangan lainnya adalah pengabdian diri yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara,” kata Mensos.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita; bersama Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin, dan 650-an pelajar dari 34 SMA se-Jabodetabek, hadir menyemarakkan kegiatan “Pahlawan Goes To School” di Gedung Konvensi TMPNU Kalibata, Jakarta, Rabu (14/11).
Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita; bersama Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin, dan 650-an pelajar dari 34 SMA se-Jabodetabek, hadir menyemarakkan kegiatan “Pahlawan Goes To School” di Gedung Konvensi TMPNU Kalibata, Jakarta, Rabu (14/11). (Dok Humas Kementerian Sosial)

Libatkan generasi muda

Menurut Mensos, kegiatan “Pahlawan Goes To School” digelar untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda, betapa berat, sulit, dan butuh pengorbanan luar biasa, yang sudah diberikan pahlawan masa lalu, untuk meraih kemerdekaan.

Di masa kini, sosok pahlawan masih bisa hadir, dan dimungkinkan oleh Undang-Undang. Menurut Mensos, yang menarik pada UU Nomor 20 Tahun 2009 di atas, ketentuan tentang sosok pahlawan tidak hanya berhenti di situ. 

Halaman
123
Penulis:
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved