Jusuf Kalla Bilang Premi BPJS Kesehatan Bakal Dinaikkan Setelah Pemilu 2019

JK menambahkan, rencana tersebut dilakukan pasca-pemilu, dengan tujuan menghindari kegaduhan saat ini.

Jusuf Kalla Bilang Premi BPJS Kesehatan Bakal Dinaikkan Setelah Pemilu 2019
Warta Kota/Hamdi Putra
Kantor BPJS Kesehatan 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah bakal melakukan evaluasi besaran premi BPJS Kesehatan seusai pelaksanaan Pemilu 2019.

Sebab, ujar JK, perlu ada pembenahan, di mana pelayanan dan premi perlu seimbang, mengingat saat ini besaran premi terlalu murah, sehingga penerimaan dari peserta terlalu kecil, sedangkan pengeluaran bagi peserta besar.

"Ya, itu bagaimana pun, siapa pun yang pimpin BPJS Kesehatan itu, harus tidak mungkin tidak defisit kalau dalam keadaan sekarang. Preminya terlalu murah dibanding dengan servisnya, layanannya," tutur Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Baca: Bandingkan dengan Kompetisi Dangdut, Mardani Ali Sera Ingin Durasi Debat Capres Lebih dari Dua Jam

JK menambahkan, rencana tersebut dilakukan pasca-pemilu, dengan tujuan menghindari kegaduhan saat ini.

"Jadi karena itu harus, ini mungkin tahun depan harus kita evaluasi ulang preminya. Mungkin setelah pemilu lah," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta BPJS Kesehatan agar membatasi layanan yang didapatkan peserta, serta berharap ada peran serta pemerintah daerah untuk memaksimalkan BPJS Kesehatan.

Baca: Jokowi: Dana Kelurahan untuk Rakyat, Kok Rame?

"Layanannya, sampai batas mana. Jangan tidak terbatas. Bagaimana peranan daerah yang mengaturnya, supaya daerah juga punya tanggung jawab," paparnya.

Besaran iuran peserta BPJS Kesehatan terakhir kali mengalami penyesuaian pada 2016 lalu, melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.

Dalam Perpres itu, iuran peserta mandiri atau membayar sendiri mengalami penyesuain. Iuran peserta kelas I per bulan dari Rp 59.500 berubah Rp 80 ribu, kelas II dari Rp 42.500 ke Rp 51 ribu, dan kelas III disesuaikan dari Rp 25.500 ke Rp 30 ribu. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved