Jeritan dan Tangis Baiq Nuril Direspons Solidaritas Warga Serempak Bela Korban Kekerasan Seksual Itu

Ketika masih bertugas di SMAN tersebut Baiq Nuril sering mendapatkan perlakuan pelecehan dari M yang merupakan Kepala Sekolah SMA tersebut.

Kompas.com
Baiq Nuril menyatakan, untuk pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan. 

Jeritan dan tangis yang disuarakan oleh Baiq Nuril karena hukuman dan ketidakadilan yang dialaminya direspons publik.

Jeritan dan suara pilunya kurang didengar oleh penegak hukum, pembelaan dan solidaritas pun diberikan publik.

Jeritan dan tangis itu pun mendapatkan respons di dunia maya.

Banyak kalangan yang memberikan simpati dan membela korban kekerasan seksual tersebut.

Mereka pada umumnya membela Baiq Nuril dengan tagar #SaveIbuNuril.

Sementara itu, kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) memberikan pernyataan terbuka dan menjelaskan kasus yang jadi pusat perhatian tersebut.

UU ITE kembali memakan korban, hal ini mengakibatkan buruknya implementasi penggunaan pasal pasal pidana dalam UU ITE oleh aparat penegak hukum dan Hakim.

Fakta bahwa terdakwa adalah Korban kekerasan seksual juga tidak dipertimbangkan oleh hakim dan jaksa.

Atas hal itu, ICJR mengajukan 3 rekomendasi kunci.

Pada Juli 2017, Pengadilan Negeri Mataram membebaskan Baiq Nuril Maknun yang didakwa melakukan perbuatan pelanggaran kesusilaan yang diatur pada Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved