Kesehatan

Feeling Ibu Menyelamatkan Uki dari Bahaya Diabetes

ORANGTUA mana yang rela anaknya divonis menderita diabetes saat masih berumur sembilan tahun?

Feeling Ibu Menyelamatkan Uki dari Bahaya Diabetes
WARTA KOTA/GOPIS SIMATUPANG
Uki (paling tengah), diapit orang tuanya, tetap ceria dan berprestasi meski mengidap DM tipe-1. 

ORANGTUA mana yang rela anaknya divonis menderita diabetes saat masih berumur sembilan tahun?

Hal itulah yang harus dihadapi pasangan Konang Prihandoko (46) dan Aisyah Rahmah (43).

Jelang akhir tahun 2015, dunia serasa kiamat ketika mereka mendapati fakta anak bungsunya, Fulki Baharuddin Prihandoko, yang saat itu masih berumur sembilan tahun, didiagnosa menderita penyakit diabetes melitus (DM) tipe-1.

Ini berarti, Uki, begitu Fulki biasa disapa, harus menjalani terapi seumur hidup mulai saat itu. Kala itu, Uki yang anak ketiga dari tiga bersaudara masih duduk di kelas IV.

"Saya sempat menyalahkan diri sendiri. Apa karena pola makan, karena saya yang menyiapkan menu makan dia," ujar Aisyah sambil menahan tangis, saat menceritakan kisah Uki di depan wartawan, dalam media briefing 'Anak juga Bisa Diabetes' di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (31/10) lalu.

Aisyah, bersama suami dan anak bungsunya, sengaja berbagi cerita agar orangtua waspada terhadap DM serta tidak gentar menghadapinya apabila anak terserang diabetes.

Uki sendiri, saat itu tampil percaya diri meski agak malu-malu.

Diceritakan Aisyah, ketika itu dia dan suaminya teramat bingung dengan diagnosa DM yang diterima Uki.

Apalagi, ia dan suami, bahkan kedua kakak Uki, tak satupun yang menderita diabetes.

Meski berat untuk menerima, Aisyah memilih bersyukur. Karena hal yang lebih buruk bisa saja terjadi jika Uki telat ditangani.

Halaman
1234
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved