Jumat, 10 April 2026

Warga Minta Normalisasi Saluran Air Pisangan Lama Segera Dirampungkan

Salah seorang warga, Derjo (54) mengungkapan pihaknya meminta untuk pengerjaan saluran air tersebut segera diselesaikan dalam waktu dekat ini.

Penulis: Joko Supriyanto |
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Sejumlah petugas lakukan pengerjaan normalisasi saluran air di Pisangan Baru, Pulogadung, Jakarta Timur. Selasa (13/11). 

SEJAK pedagang kaki lima (PKL) yang menempati eks JT 53 Pisangan Lama, Pulo Gadung, Jakarta ditertipkan beberapa bulan lalu, kini pengerjaan normalisasi saluran air mulai dilakukan oleh Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur.

Sebelumnya kondisi saluran air tidak berfungsi maksimal karena keberadaa para PKL yang berdiri diatas saluran air, sehingga dengan relokasi PK tersebut diharapkan pengembalian fungsi saluran air kembali normal.

Sejumlah alat berat juga mulai dikerahkan untuk mengeruk saluran air tersebut, dimana kondisi saluran air yang tidak pernah tersentuh tersebut, mulai terjadi pengendapan lumpur, sehingga ketika musim penghujan tiba sering kali menyebabkan banjir.

Salah seorang warga, Derjo (54) mengungkapan pihaknya meminta untuk pengerjaan saluran air tersebut segera diselesaikan dalam waktu dekat ini. Dirinya khawatir, jika belum rampung saat musim penghujan tiba, justru berpotensi terjadi genangan.

"Ini sejak ditertipkan bulan kemarin, baru seminggu ini dikerjakan, makannya kemarin warga juga sempat ngeluh juga, udah dibongkar tapi belum di kerjakan. Kalo udah dikerjakan kayak gini kita minta cepet diselesaikan, takut kalo ngak selesai malah perpotensi terjadi genangan," kata Derjo, Selasa (13/11/2018).

Tak hanya itu hal serupa juga dikatakan Anton, salah seorang warga, dirinya mengaku meminta kepada petugas agar pengerukan lumpur maupun sampah agar langsung dibuang, tidak menumpuk dipinggir jalan. Sebab menurutnya hal itu sangat menganggu aktifitas warga sekitar.

Imbas dari pengerjaan proyek normalisasi saluran air ini membuat beberapa jembatan penghubung ke rumah warga pun dibongkar, sehingga membuat beberapa warga memilih memasang papan untuk dapat dilalui kendaraan roda dua.

"Kalo kita pengennya cepet selesai. Kayak gini aja, ini jalan penghubung di bongkar kita terpaksa pakai papan, biar bisa lewat, makannya kita minta segera diselesaikan karena cukup menganggu juga kalo pengerjaan lama," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved