Ombudsman Segera Panggil PT KAI dan Pemprov DKI Terkait Skybridge Tanah Abang

Sedangkan masalah ticketing nantinya diharapkan PT KAI bisa membuka hingga 15 gate, untuk menghindari penumpukan penumpang.

Ombudsman Segera Panggil PT KAI dan Pemprov DKI Terkait Skybridge Tanah Abang
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pekerja terus menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung atau Skybrige Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018). 

KEPALA Ombudsman Jakarta Teguh Nugroho segera memanggil pihak PT KAI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terkait pembukaan akses dari Stasiun Tanah Abang menuju Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) alias Skybridge.

Rencananya, pemanggilan kedua pihak ini dijadwalkan pada Jumat (16/11/2018) mendatang, sebab belum ada kesepakatan untuk pembukaan akses ini.

“Jadi nanti kami akan panggil Hari Jumat depan, masing-masing pihak akan kami minta menyediakan alternatif terkait dengan empat isu,” ujar Teguh saat dikonfirmasi, Senin (12/11/2018).

Baca: Madagaskar Belajar Ekonomi Kreatif Hasil UKM ke Tangerang Selatan

Empat permasalahan yang sampai saat ini belum disepakati adalah masalah aset, flow penumpang, tempat ticketing, dan pengamanan.

PT KAI bersedia membuka tembok Stasiun Tanah Abang jika Pemprov DKI mau menjamin beberapa hal, salah satunya terkait masalah aset.

“PT KAI masih menganut hukum Belanda di mana 18 meter dari stasiun itu menjadi tanahnya PT KAI. Sedangkan Pemprov DKI menyatakan dengan UU Pertanahan yang baru sebenarnya tanah itu sudah masuk asetnya Pemprov DKI,” ungkap Teguh.

Baca: Belanja Rp 10 Ribu, Sandiaga Uno Dapat 10 Tempe Hape di Kabupaten Semarang

Selanjutnya mengenai flow penumpang, PT KAI dan Dinas Perhubungan DKI akan duduk bersama mencari solusi, agar tidak terjadi penumpukan di Skybridge menuju Stasiun.

Sedangkan masalah ticketing nantinya diharapkan PT KAI bisa membuka hingga 15 gate, untuk menghindari penumpukan penumpang.

“Kalau tenaga pengamanan nanti akan disepakati dua belah pihak, dari PT KAI berapa, dari Pemprov berapa,” jelas Teguh.

Baca: Putar Lagu Kebangsaan Korut Saat Korsel Bartanding Lawan Yordania, AFC Minta Maaf

Selain itu, Ombudsman mengkhawatirkan para pedagang akan kembali turun ke jalan raya dan kembali mengakibatkan kemacetan di bawah Skybridge Tanah Abang.

Oleh karena itu, Teguh berharap Pemprov DKI memastikan tidak akan ada lagi pedagang di bawah Skybridge, dan hanya pedagang yang dicatat oleh Pemprov DKI yang diizinkan berjualan di Skybridge.

“Jadi nanti kalau masih ada pedagang yang berjualan di bawah itu harus dibersihkan. Jangan sampai mulai dari nol, kemudian akan berkembang lagi, menutup Jalan Jatibaru lagi,” tegas Teguh.

Pembangunan Skybridge Tanah Abang yang dimulai sejak 3 Agustus 2018, hingga saat ini rampung 96-97 persen. Padahal, target awalnya selesai pada 15 Oktober 2018 lalu. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved