Korban Tewas Tembus 42 Orang, Kebakaran Hutan Terburuk di California dalam 1 Abad Terakhir

JUMLAH korban tewas akibat kebakaran hutan di California telah mencapai 42 orang, menjadikannya kebakaran hutan paling mematikan.

Korban Tewas Tembus 42 Orang, Kebakaran Hutan Terburuk di California dalam 1 Abad Terakhir
Istimewa
KEBAKARAN hutan paling mematikan di California dalam 1 abad terakhir. Hingga Senin (12/11/2018) waktu setempat, korban tewas telah mencapai 42 orang. 

JUMLAH korban tewas akibat kebakaran hutan di California telah mencapai 42 orang, menjadikannya kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah di negara bagian itu.

Sebanyak 13 jenazah korban kembali ditemukan pada Senin (12/11/2018), menambah jumlah total korban tewas menjadi 42.

Demikian disampaikan Sherif Butte County Kory Honea. Ribuan petugas pemadam kebakaran telah bekerja keras sejak Kamis (8/11/2018) untuk menggali parit dan mencegah api kebakaran di kaki bukit pegunungan Sierra Nevada di utara Sacramento menyebar lebih luas.

Petugas juga masih mencari para korban yang kemungkinan masih berada di lokasi kebakaran.

"Kebakaran kali ini adalah kebakaran hutan liar paling mematikan dalam sejarah negara bagian California," kata Honea.

Baca: Kebakaran California Telan 31 Korban Jiwa dengan Sejumlah Artis Kehilangan Rumah Mewah Mereka

Baca: Sejumlah Pilot Melihat Penampakan UFO, Irlandia Lakukan Penyelidikan

Meski masih sulit untuk memastikan kategorisasi kebakaran tersebut, namun kebakaran hutan yang disebut Kebakaran Camp itu tampaknya masih menjadi kebakaran hutan paling mematikan di AS dalam satu abad terakhir.

Kebakaran hutan terbesar terakhir terjadi di Minnesota yang disebut Kebakaran Cloquet pada tahun 1918 yang menewaskan hingga sekitar 1.000 orang.

Tak hanya menimbulkan korban jiwa terbanyak, Kebakaran Camp juga lebih merusak dengan menghanguskan wilayah seluas 40.000 hektar dan sekitar 6.500 rumah di kota Paradise.

Sebanyak lebih dari 5.100 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Mereka didatangkan dari negara bagian lain seperti Washington dan Texas.

Untuk mengidentifikasi korban yang sudah sulit dikenali, petugas turut mendatangkan tim antropolog dari Universitas California, serta mendirikan laboratorium DNA portabel.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved