Kali Sentiong Bau Lagi, Politikus PDIP: Duit Banyak Ngapain Susah Sih!

PENANGANAN yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Kali Sentiong atau Kali Item, dianggap tidak maksimal.

Istimewa
PETUGAS menyemprotkan 5.000 liter mikroba di Kali Sentiong, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/8/2018). 

PENANGANAN yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Kali Sentiong atau Kali Item, dianggap tidak maksimal.

Sebab, kali yang berada di samping Hotel Atlet Kemayoran kini kembali mengeluarkan bau tak sedap, setelah perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 usai.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan, solusi Pemprov DKI dengan cara menutup menggunakan waring dan menyemprotkan nano bubble, disebut sebagai penyelesaian sementara.

Baca: Kata Jusuf Kalla, Menteng dan Kebayoran Baru Tak Bakal Dapat Dana Kelurahan

"Enggak, itu hanya menghilangkan baunya. Itu hanya penyelesaian saat penyelenggaraan Asian Games, tapi yang kita butuhkan bukan itu. Kita butuh penyelesaian yang bersifat menyeluruh," ujar Gembong  Warsono saat dihubungi, Senin (12/11/2018).

Gembong Warsono berpendapat, cara paling ampuh dan permanen untuk atasi bau tak sedap itu adalah dengan melakukan pengerukan endapan lumpur yang telah menahun di dasar Kali Item.

Langkah itu dianggap lebih efektif untuk menuntaskan permasalahan tersebut, dibandingkan hanya menyeprotkan cairan penghilang bau.

Baca: Dana Kelurahan Digoreng Oposisi, Jokowi: Hati-hati, Banyak Politikus Sontoloyo

"Yang harus dilakukan Pemprov adalah melakukan pengerukan, enggak bisa hanya sekadar cara lain. Karena kan endapannya sudah begitu menahun. Maka perlu ada pengerukan. Itu namanya penyelesaian secara tuntas, kalau tidak enggak akan selesai," papar Gembong Warsono.

Ia juga memaparkan bahwa Pemprov DKI Jakarta memiliki anggaran dana melimpah, sehingga dirasa lebih memudahkan untuk mengeksekusi setiap kebijakan.

"Itu tidak permanen, kalau mau permanen ya satu-satunya dengan pengerukan! Duit banyak ngapain susah sih," katanya.

Baca: Prabowo: Sebelum Saya Jadi Presiden, Kalau Bisa Rizieq Shihab Pulang

Sebelumnya, Pemprov DKI telah melakukan berbagai cara menghilangkan bau dengan memasang aerator, nano bubble, blower, dan surface aerator.

Pemprov DKI juga memasang waring hitam di sepanjang kawasan Wisma Atlet Kemayoran, untuk meminimalisir bau agar tidak tercium warga sekitar ataupun pengguna jalan. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved