Kesehatan

6 Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai Pada Anak yang Kena Diabetes

dr. Aman Bhakti Pulungan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan, penyakit diabetes pada anak seperti fenomena gunung es.

6 Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai Pada Anak yang Kena Diabetes
istimewa
Ilustrasi: anak yang kena diabetes harus suntik insulin 

“Data kami, angka kejadian DM pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700% selama jangka waktu 10 tahun. Masih banyak orangtua yang denial. Dalam kasus Fulki, dia adalah anak yang terpilih karena dibutuhkan penatalaksanaan total, yakni rutin periksa darah, suntik insulin, menjaga asupan dan aktivitas fisik, agar bisa terus mengontrol penyakitnya,” katanya.

Anak Juga Bisa DM

Diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang berlangsung secara kronis disebabkan gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.

Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak, atau sel-sel lain di tubuh.

Bila produksinya berkurang, akan menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

DM dibedakan menjadi DM tipe-1 dan DM tipe-2. DM tipe-1 disebabkan pankreas tidak memproduksi cukup insulin, sedangkan DM tipe-2 disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai kerusakan pada sel pankreas. DM tipe-1 tidak dapat dicegah dan siapapun dapat mengalaminya.

Di Indonesia, DM tipe-1 paling banyak pada kelompok usia 10-14 tahun dengan 403 kasus, kelompok usia 5-9 tahun dengan 275 kasus, kelompok usia kurang dari 5 tahun dengan 146 kasus, dan paling sedikit adalah usia di atas 15 tahun dengan 25 kasus.

Meskipun kasus DM tipe-1 paling banyak pada anak, terdapat kecenderungan peningkatan kasus DM tipe-2 pada anak dengan faktor risiko obesitas, genetik dan etnik, serta riwayat DM tipe-2 di keluarga.

Ilustrasi obesitas
Ilustrasi obesitas (dok. google)

Berbeda halnya dengan DM tipe-1, DM tipe-2 pada anak biasanya terdiagnosis pada usia pubertas atau lebih tua.

Pada DM tipe-2, tanda berupa kulit di belakang leher menjadi lebih gelap.

Resistensi insulin atau gangguan pada kerja insulin dapat menyebabkan beberapa area kulit anak berubah menjadi lebih gelap, seperti ketiak dan leher.

Halaman
1234
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved