Anies Akui APBD 2018 Belum Banyak Terserap

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui penyerapan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 masih rendah.

Anies Akui APBD 2018 Belum Banyak Terserap
Istimewa
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan di sela-sela peringatan Hari Pahlawan di Monas, Sabtu (10/11/2018). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui penyerapan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 sampai saat ini masih rendah. Namun bukan berarti pekerjaan melambat. Penyerapan rendah diakui karena pembayaran belum ditagih.

Memasuki awal November alias 11 bulan di tahun anggaran 2018, APBD baru terserap 53,78 persen. Dari total Rp75 triliun, anggaran yang sudah terserap baru Rp40,39 triliun.

Penyerapan anggaran dibagi menjadi belanja langsung dan belanja tidak langsung.

Untuk belanja langsung, tingkat penyerapannya 47,3 persen atau Rp19,4 triliun. Belanja langsung merupakan belanja barang dan jasa.

Sementara penyerapan belanja tidak langsung, mencapai 61,56 persen atau Rp20,98 triliun. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, hibah, subsidi, bantuan sosial, dan lain-lain.

"Targetnya Insya Allah sama dengan tahun lalu dan sekarang itu memang serapannya lebih rendah dr pekerjaannya," kata Anies ketika ditanya penyerapan APBD tahun ini di acara Hari Ciliwung, Minggu (11/11/2018). Realisasi penyerapan APBD tahun 2017 mencapai 85 persen.

Anies menyebutkan alasan penyerapan yang sampai saat ini masih rendah, yakni sistem penagihan yang dianggap rumit. Sehingga banyak yang sekalian saja di akhir tahun.

"Ketika saya rapatkan, saya lihat satu-satu, banyak pekerjaan yang dijalankan tapi pembayarannya tidak ditagihkan. Sementara kalau penyerapan dihitung berdasarkan yang sudah dibayar," jelas orang nomor satu di DKI Jakarta ini.

Ia memberikan contoh di Dinas Pendidikan, pekerjaan sudah selesai 77 persen, tapi serapannya baru 28 persen.

"Ini koreksi bagi kita kenapa bisa terjadi rupanya untuk mengurus pembayaran itu prosesnya berbelit sehingga yang mengerjakan, memilih menagihnya diujung saja sekaligus daripada menagih tiap 3 bulan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved