Hari Pahlawan

Pemanggul Tandu Jenderal Sudirman Berharap Pemerintah Lebih Perhatikan Nasib Veteran

Sebagian pejuang saat ini dapat dijumpai, meskipun tidak sedikit yang bernasib memprihatinkan.

Pemanggul Tandu Jenderal Sudirman Berharap Pemerintah Lebih Perhatikan Nasib Veteran
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Para veteran di acara peringatan Hari Pahlawan yang digelar Komunitas Perempuan Indonesia Cantik, Sabtu (10/11/2018). 

PERINGATAN Hari Pahlawan pada 10 November menjadi pemantik ingatan terhadap jerih payah para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI.

Sebagian pejuang saat ini dapat dijumpai, meskipun tidak sedikit yang bernasib memprihatinkan.

Sudarmo (96), salah satu veteran pejuang kemerdekaan, mengaku kadang melihat kenyataan ini dengan dada yang sesak. Ia mengatakan, banyak rekan-rekannya di masa tua hingga ajal menjemput, hidup dalam kondisi yang kurang layak secara ekonomi.

Baca: Prabowo Bilang 99 Persen Rakyat Indonesia Hidup Pas-pasan, Moeldoko: Pernah ke Kampung Enggak?

"Saya rasa ini yang perlu menjadi perhatian siapa pun pemerintahannya. Bahwa nasib mereka yang telah benar-benar berjuang demi bangsa dan negara, jangan sampai diabaikan. Hargai jasa para veteran," ujarnya di acara peringatan Hari Pahlawan yang digelar Komunitas Perempuan Indonesia Cantik, Sabtu (10/11/2018).

Sudarmo yang berpangkat terakhir Mayor Udara, kemudian bercerita bagaimana getirnya perjuangannya bersama pejuang lain dalam melawan penjajah maupun saat mempertahankan kemerdekaan.

Sejak muda ia sudah terbiasa dengan desingan peluru. Kematian, bisa datang kapan saja, dan para pejuang selalu siap menghadapi itu demi Tanah Air.

Baca: APBD Melimpah, DPRD Sarankan Anies Baswedan Bangun Tiga Atau Empat ITF di Jakarta

Di tahun 1947, saat bertugas di markas AURI di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta, ia ingat bom-bom dijatuhkan dari pesawat milik Belanda untuk menghancurkan lapangan udara itu. Sudarmo yang saat itu berada di lokasi, turut melakukan perlawanan sambil sesekali menghindari bom-bom itu.

"Alhamdulillah saya selamat dari pengeboman waktu itu. Allah melindungi saya. Saya tidak mati," ungkapnya.

Sesudah peristiwa pengeboman di Maguwo, Sudarmo ditugaskan menuju Jawa Timur, tepatnya ke Magetan. Sebab, katanya akan ada pengumpulan pasukan untuk koordinasi melawan Belanda.

Baca: Kabel Utilitas dan Tutup Permanen Hambat Proyek Normalisasi Saluran Air di Cempaka Putih

Di sana, ia ditugaskan di bagian medis. Di tempat itu pula ia memiliki pengalaman untuk turut menggotong tandu Jenderal Sudirman yang kala itu turut datang.

"Saya sempat menggantikan untuk menggotong tandu Jenderal Sudirman. Itu salah satu pengalaman berharga bagi saya. Beliau sosok yang sangat dihormati," bebernya.

Ratih Faulina, Ketua Umum Komunitas Perempuan Indonesia Cantik, mengajak generasi muda memaknai Hari Pahlawan dalam rangka meneruskan perjuangan para pejuang yang rela bertaruh nyawa demi Tanah Air.

"Tugas kita sekarang mengisi kemerdekaan dan memberi makna dengan mengisi kemerdekaan dalam berbagai bidang," ucapnya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved