Hari Pahlawan

Megawati: Kalau Ada yang Mau Ganti Bendera Kita, Apakah Siap Pertahankan Negara Ini?

Setelah Proklamasi, ternyata Belanda tak bisa terima kenyataan itu dan mencoba melakukan agresi kembali

Megawati: Kalau Ada yang Mau Ganti Bendera Kita, Apakah Siap Pertahankan Negara Ini?
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Megawati Sukarnoputri menghadiri sekaligus menerima penghargaan Bhakti Teratai Putra Indonesia dari Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia, di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta, Sabtu (10/11/2018). 

PRESIDEN kelima Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri bercerita tentang perjuangan ibunya, Fatmawati, saat menjahit bendera sang saka merah putih.

Megawati Sukarnoputri mengingatkan anak-anak muda untuk tidak melupakan sejarah. Megawati Sukarnoputri menceritakan perjuangan Fatmawati, saat menghadiri sekaligus menerima penghargaan Bhakti Teratai Putra Indonesia dari Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia.

Megawati Sukarnoputri bercerita tentang Bendera Merah Putih berukuran 2x3 meter yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Baca: Sumber Bau Menyengat yang Resahkan Warga Pondok Pinang Ternyata Mengandung Gas Metan

"Saya hanya mendengar sejarah dari Ibu saya. Kalau tanya Bung Karno, Bung Karno selalu bilang tanya sama Ibumu," ujar Megawati Sukarnoputri di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Kata Megawati Sukarnoputri, pada 1944, Soekarno dan Fatmawati sama-sama sudah merasa bahwa cita-cita seumur hidupnya, yakni memerdekakan Indonesia, akan segera tercapai.

Saat Fatmawati tengah mengandung Guntur Soekarnoputra, ucap Megawati Sukarnoputri, Fatmawati menjahit bendera Merah Putih. Megawati Sukarnoputri berujar, Fatmawati kesulitan mencari kain warna merah.

Baca: Prabowo Nasihati Penggiat Medsos: Jangan Cuma Bisa Main Gadget, tapi Juga Harus Bisa Membuatnya

"Ibu cerita ke saya. Justru yang memberikan kain berwarna merah, seorang Jepang yang simpati pada kita. Dia seorang pengusaha. Dia yang mencari dan dapat. Lalu kain itu dijahit dan disimpan ibu saya," ungkap Megawati Sukarnoputri.

Setelah Proklamasi, ternyata Belanda tak bisa terima kenyataan itu dan mencoba melakukan agresi kembali. Sebagai proklamator dan presiden pertama RI, Soekarno terancam. Soekarno lantas membawa keluarga pindah ke Yogyakarta, atas permintaan Sultan Hamengkubuwono IX.

"Ini yang tak banyak diketahui. Ibu saya bercerita. Sebelum kami pindah, ayah saya (Bung Karno) bilang ke Muntahar, 'Saya beri tugas kamu bawa Bendera Merah Putih ke Yogyakarta. Saya tak mau tahu gimana caranya, yang pasti harus selamat'," papar Megawati Sukarnoputri.

Baca: Demi Bantu Palu dan Donggala, Susi Pudjiastuti Rela Melenggang di Catwalk

Habib Husein Muntahar adalah seorang mayor, yang dikenal juga sebagai Bapak Paskibraka Indonesia. Cerita Megawati Sukarnoputri, Ibunya sempat memisahkan bendera warna merah dan putih

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved