Cari Solusi Permodalan UMKM, Wali Kota Tangerang Kunjungi Kota Semarang

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah didampingi Plt Asisten Ekbang Kesra Sugiharto Ahmad Bagja bertandang ke Kota Semarang.

Cari Solusi Permodalan UMKM, Wali Kota Tangerang Kunjungi Kota Semarang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah didampingi Plt Asisten Ekbang Kesra Sugiharto Ahmad Bagja bertandang ke Kota Semarang untuk belajar permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

WALI Kota Tangerang Arief R Wismansyah didampingi Plt Asisten Ekbang Kesra Sugiharto Ahmad Bagja bertandang ke Kota Semarang.

Kunjungan tersebut untuk belajar permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kehadiran Arief dan rombongan disambut Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Semarang Agus Riyanto dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Litani Satyawati.

Arief menyampaikan alasan kunjungannya ke kota yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut lantaran keinginan untuk belajar tentang bantuan permodalan bagi pelaku UMKM.

"Industri pariwisata menjadi salah satu tujuan pembangunan, karena saat ini persaingan bukan hanya antar daerah di indonesia tapi juga antar kota dari seluruh dunia," ujar Arief, Sabtu (10/11/2018).

"UMKM menjadi salah satu faktor yang penting di dalam industri pariwisata," sambungnya.

Arief mengharapkan dengan terjalinnya hubungan baik antara Kota Tangerang dan Kota Semarang dapat terus meningkatkan kolaborasi untuk membangun Indonesia dari daerah.

"Kalau sekarang trennya Sister City, karena Wali Kotanya laki - laki mungkin disebutnya Brotherhood City," kelakar Arief.

 Kredit Wibawa

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Semarang Litani Satyawati menyampaikan program yang diusung Pemkot Semarang untuk mendukung UMKM di Kota Semarang.

"Program Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Juara) dan Ijus Melon ( Ijin Usaha Mikro Melalui Online) sebagai program unggulan," kata Kadis.

Melalui program tersebut, para pelaku UMKM bisa mendapat pinjaman maksimal Rp 50 juta, dimana untuk pinjaman dibawah 5 juta bisa tanpa agunan dengan bunga 3 persen pertahun.

"Jangka waktu pinjaman 2 tahun maksimal Rp 50 juta, bunganya untuk Bank Pasar dan Bank Jateng," ungkapnya.

 "Sampai november 2018 sudah ada pengajuan sebanyak 1.315 proposal, dan sebanyak 1.024 yg bisa mencairkan dananya dengan total sebesar Rp 6.181.500.000," papar Lita. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved