Mencegah Risiko Osteoporosis, Kenali Sumber Kalsium Selain Susu

Asupan kalsium sangat penting bagi anak-anak. Hal ini untuk mencegah risiko osteoporosis dini yang bisa menyerang orang di bawah usia 55 tahun.

Mencegah Risiko Osteoporosis, Kenali Sumber Kalsium Selain Susu
Tomnews.com
Gaya hidup sedentari atau kurang gerak dan terlalu banyak duduk, bisa memicu osteoporosis pada masyarakat perkotaan. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Asupan kalsium sangat penting bagi anak-anak. Hal ini untuk mencegah risiko osteoporosis dini yang bisa menyerang orang di bawah usia 55 tahun.

Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dr Ade Tobing SpKO, menerangkan, osteoporosis adalah kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yang lama.

Terdapat beberapa kemungkinan seseorang terkena osteoporosis.

Antara lain patah tulang akibat cedera ringan, tubuh makin pendek atau makin membungkuk, nyeri tulang merata, dan secara kebetulan ditemukan gambaran radiologik yang khas.

Untuk itu, ibu harus memastikan asupan kalsium keluarga, khususnya anak setelah berumur di atas dua tahun, tercukupi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium.

Susu sapi adalah sumber kalsium yang biasa dikonsumsi dan mudah didapat.

Namun, seseorang dengan intoleransi laktosa mungkin memiliki gejala seperti kram atau diare setelah mengonsumsi produk susu dan olahannya. Lalu, bagaimana mengatasinya?

Ade menuturkan, anak intoleransi laktosa bukan berarti anak tak bisa mengonsumsi sumber kalsium selain susu.

"Banyak alternatifnya, seperti tahu, tempe, sayuran hijau, kacang-kacangan, itu juga termasuk kalsium. Kadang-kadang bisa juga susu yang diolah ke dalam bentuk lain seperti puding. Kalau tidak bisa mengonsumsi susu, jangan dipaksa," kata Ade di RPTRA Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

Ade menerangkan, osteoporosis juga bisa dicegah dengan aktif bergerak dan rutin melakukan aktivitas fisik.

"Latihan fisik atau olahraga sejak dini dapat efektif mencegah penyakit osteoporosis. Dianjurkan melakukan latihan bersifat weight bearing exercise, yaitu latihan pembebanan khususnya pada area lumbar, pangkal paha dan pergelangan tangan," ujarnya.

Dia menyarankan setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, melakukan aktivitas fisik rutin sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.

Baca: Banyak Duduk Bisa Terkena Osteoporosis

Baca: Kurang Gerak Rentan Osteoporosis

Baca: Gaya Hidup Tidak Aktif Picu Osteoporosis

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved