Revitalisasi Banten Lama

Tak Sedikit Peziarah di Banten Lama Menangis Lihat Kondisi Kesultanan yang Berubah

Revitalisasi Kawasan Banten Lama ini diharapkan dapat disertai dengan perubahan perilaku masyarakat, peziarah, dan zuriah Kesultanan Banten.

Tak Sedikit Peziarah di Banten Lama Menangis Lihat Kondisi Kesultanan yang Berubah
Dinas Kominfo Pemprov Banten
GUBERNUR Wahidin Halim meninjau proses revitalisasi Kawasan Banten Lama, beberapa waktu lalu. 

Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan revitalisasi terhadap Kawasan Banten Lama.

Lokasi dengan segudang potensi wisata dan budaya itu dilakukan penataan.

Revitalisasi Kawasan Banten Lama ini diharapkan dapat disertai dengan perubahan perilaku masyarakat, peziarah, dan zuriah Kesultanan Banten.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Kenaziran Kesultanan Banten, Tubagus Abbas Wasse.

“Tamu peziarah kalau datang ke sini jangan buang sampah sembarangan. Masyarakat juga setelah ini kami tata, harus melihat pembangunan ini luar biasa," ujar Abbas.

Baca: Wisata Banten Lama Sulit Berkembang karena Praktek Korupsi, Ini Komentar Wahidin Halim

Baca: Angka Kemiskinan di Banten Terendah Keempat di Indonesia, Tangerang Selatan Paling Sejahtera

"Juga tidak kalah penting zuriah, keturunan Kesultanan Banten, mohon maaf mental keropak harus diubah. Mohon maaf mental minta - minta harus diubah,” sambungnya.

Menurutnya, hal tersebut semata-mata untuk menjadikan Kesultanan Banten terhindar dari pola pikir keropak yang dikenal selama ini.

“Orang datang ke sini pasti ngasih, sudah enggak harus diminta-minta lagi dan saya harus berani mengatakan itu,” ucapnya.

Selain itu, Abbas mengajak seluruh elemen untuk tidak lagi menggunakan penyebutan Banten Lama.

Melainkan dibiasakan menyebut Keraton Kesultanan Banten atau Keraton Surosowan Banten.

Baca: Dituding Kibarkan Bendera PKI, Kaesang : Mending Jualan Pisang

“Banten Lama itu konotasinya kecil. Padahal Kesultanan Banten ini sejarahnya besar. Ini harus kami sepakati bersama menjadi Keraton Kesultanan Banten atau Keraton Surosowan Banten," kata Abbas.

"Ini menjadi doa ke depan untuk kami menggapai perubahan yang menurut saya keniscayaan,” tambahnya.

Ia menerangkan keniscayaan tersebut, menjadi modal Pemprov Banten menggagas revitalisasi sejak 2015.

Hal ini bertujuan untuk menjadikan Kesultanan Banten menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Banten.

“Bahkan, peziarah sampai ada yang nangis datang ke sini melihat perkembangan yang ada. Menurutnya inilah Kesultanan Banten sesungguhnya,” paparnya

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved