Bila Demokrat Menang di Pemilu Paruh Waktu AS, Donald Trump Tak Akan Bebas Bergerak

Jika Partai Demokrat mengambi alih Senat atau DPR, mereka dapat membatasi apa yang dilakukan Trump dalam dua tahun terakhir jabatannya.

Bila Demokrat Menang di Pemilu Paruh Waktu AS, Donald Trump Tak Akan Bebas Bergerak
businessinsider.sg
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump 

Sekitar 60 persen rakyat Amerika berpartisipasi memilih presiden, tapi hanya sekitar 40 persen yang ikut dalam pemilu paruh waktu.

Pada 2014, angka tersebut menyentuh 35,9 persen, terendah sejak Perang Dunia II.

Pertanyaan selanjutnya, bisakah Trump dimakzulkan apabila partainya kalah dalam pemilu paruh waktu?

Trump mampu melakukan perombakan besar-besaran sistem pajak karena Partai Republik merupakan penguasan Kongres.

Tapi jika Demokrat memenangkan kendali salah satu atau dua dari dua kamar Kongres, mereka mungkin saja meluncurkan penyelidikan terhadap beberapa masalah, termasuk urusan bisnis presiden dan tuduhan serangan seksual.

Seruan pemakzulan untuk Trump diperkirakan akan makin keras, jika Demokrat mengambil alih DPR. Setidaknya, butuh dua pertiga suara mayoritas di Senat untuk menyingkirkan Trump.

Sepanjang sejarah AS, dua presiden yang pernah diberhentikan adalah Andrew Johnson dan Bill Clinton.

Sementara, Richard Nixon mengundurkan diri sebelum dia diberhentikan setelah skandal Watergate pada awal 1970-an.

Namun, bisa jadi Demokrat memiliki kesempatan lebih baik untuk menggeser Trump dengan mengalahkannya dalam pemilu presiden 2020. (Veronika Yasinta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Pemilu Paruh Waktu AS dan Pengaruhnya bagi Kekuasaan Trump"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved