Breaking News:

INFO BAZNAS

Baznas Sambut Baik, Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan Sedunia

Potensi donasi masyarakat Muslim Indonesia ditaksir mencapai Rp 217 triliun, sementara yang bisa dihimpun secara formal baru berkisar Rp 7 triliun.

Warta Kota
Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta (pegang microphone), memberikan keterangan terkait pencapaian Indonesia menjadi negara paling dermawan sedunia, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/11). 

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyambut baik pencapaian Indonesia menjadi negara paling dermawan sedunia. Hal itu diketahui dari laporan World Giving Index oleh Charities Aid Foundation (CAF), Oktober 2018 lalu.

“Ini adalah pertama kalinya Indonesia menduduki peringkat satu. Dua tahun sebelumnya, berturut-turut Indonesia berada di peringkat kedua,” ungkap Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurut Arifin, ada tiga aspek penilaian dalam laporan CAF World Giving Index 2018 yang dilakukan kepada 146 negara, yaitu membantu orang tidak dikenal, donasi bantuan amal, dan relawan yang ikut andil dalam proses tersebut.

Indonesia menempati peringkat pertama dengan skore 59 persen. Rinciannya, nilai membantu orang tak dikenal 46 persen, donasi bantuan amal 78 persen, dan nilai relawan 53 persen.

Di posisi kedua adalah Australia dengan skor 59 persen, Selandia Baru 58 persen, Amerika Serikat 58 persen, dan Irlandia di posisi kelima dengan skor 56 persen.

Arifin menyampaikan, Baznas berterima kasih kepada seluruh masyarakat karena telah menjadi masyarakat yang dermawan dan banyak yang tergerak menjadi relawan kemanusiaan. Penghargaan luar biasa juga disampaikan kepada para donatur, ormas kemanusiaan, NGO, serta pemerintah yang terus mendorong kedermawanan masyarakat indonesia

“Baznas menyambut baik penghargaan ini dan berkomitmen mmeperbaiki diri, dengan memberikan pelayanan dan program yang menopang akuntabilitas, transparansi, inovasi dan kebaikan yang terus digulirkan oleh masyarakat. Negara kita lagi miskin tapi orang orangnya dermawan,” kata Arifin.

Potensi Rp 217 Triliun

Dia menambahkan, potensi donasi dari masyarakat Muslim Indonesia ditaksir mencapai Rp 217 triliun, sementara yang baru bisa dihimpun secara formal berkisar Rp 7 triliun.

“Mereka yang jadi dermawan lewat Baznas tahun ini naik 42 persen dari rencana 30 persen. Semua lembaga donasi juga mengalami kenaikan perolehan donasi. Lembaga donasi terus bertambah, tapi tidak ada kita dengar lembaga zakat yang donasinya turun. Tahun depan kami ditarget 40 persen, kami yakin bisa karena potensinya masih banyak,” imbuh Arifin.

Kusniati, ibu dua anak yang juga memiliki tiga anak asuh, mengaku awalnya ke Baznas hanya ingin mencari tahu bagaimana cara menghitung zakat dan berapa besarannya.

“Setelah tau, saya masih bolong-bolong untuk setor zakat. Tapi setelah tahu peruntukannya Baznas ke mana saja, jadi makin tertarik untuk rutin donasi. Donasi yang saya berikan sebenarnya gak banyak, tapi saya berharap bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya perempuan yang juga PNS Pemprov DKI ini.

Sementara Reza Yudistian, mahasiswa aktif yang turut menjadi relawan Baznas mengaku dirinya awalnya adalah orang yang apatis. Namun, setelah kuliah dan terjun dalam organisasi, dia merasa terpanggil untuk menjadi relawan.

“Jadi relawan itu, saya bisa melayani orang dan melayani diri sendiri. Saya juga bisa membahagiakan orang lain sekaligus membahagiakan diri sendiri. Bisa ketemu orang lain dari beragam latarbelakang tapi satu tujuan,” ujarnya.

Siti Nur Kartika Sari, relawan lainnya merasa senang menjadi relawan meskipun secara fisik kadang terasa capek. “Ada kebahagian tersendiri saat bisa membantu orang lain dan ketemu banyak orang. Jadi relawan juga gak sesusah yang dibayangkan,” kata Kartika.

Penulis:
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved