Terkuak JS Prabowo Nilai Yusril sedang Beri Kuliah Politik dengan Jadi Pembela Jokowi

Johannes Suryo Prabowo menegaskan, agar masyarakat tidak terpecah belah, terlebih isu radikalisme yang digulirkan.

Terkuak JS Prabowo Nilai Yusril sedang Beri Kuliah Politik dengan Jadi Pembela Jokowi
Tribunnews
JS Prabowo 

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra yang menyanggupi menjadi pengacara Joko Widodo-Ma'ruf Amin selama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang memicu beragam spekulasi politik.

Pasalnya, dukungan PBB merujuk Ijtima Ulama yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menjawab banyaknya pendapat serta spekulasi, Yusril lewat akun twitternya, @yustilihza_mhd; pada Selasa (6/11/2018) menautkan pendapat Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo, Wakil Gubernur Timor Timur sekaligus intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada tahun 1998.

Tidak ada kata-kata atau satu kalimat yang dituliskan Yusril, hanya saja Yusril membagikan ulang postingan Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo lewat akun Instagram, @suryoprabowo2011 pada Selasa (6/11/2018).

Dalam statusnya, Mantan Kepala Staf Angkatan Darat periode 2011-2012 itu menyebut Yusril tengah mendukung Prabowo dengan cara mendukung Jokowi-sapaan Joko Widodo.

Pasalnya, Yusril diketahui merupakan mantan kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebelum dibubarkan, sehingga HTI akan mengikuti pilihan Yusril, termasuk dukungan terhadap Jokowi.

"Yusril mungkin lagi mendukung Paslon 2 dengan cara mendukung Paslon 1. Caranya : Yusril kuasa hukum HTI, ex. HTI akan ikut Yusril. Jika Yusril dukung Paslon 1, ex. HTI akan dukung Paslon 1. Ini seperti tamparan politik balik bagi Paslon 1 yang selama ini mencoba 'mengunci' Paslon 2 dengan isu HTI," tulis Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

Lebih lanjut diungkapkannya, terlepas dari polemik yang kini bergulir, Yusril, kata dia, tengah memberikan kuliah politik kepada bangsa Indonesia.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo menegaskan, agar masyarakat tidak terpecah belah, terlebih isu radikalisme yang digulirkan.

"Yusril mungkin lagi memberi pelajaran politik pada bangsa ini dengan cara mendukung Paslon 1. Berpolitiklah dengan waras dan cerdas. Jangan mau dipecah belah dengan isu radikalisme melalui HTI. Indonesia akan di Syiria-kan. Musuh bangsa ini kebodohan, bukan radikalisme," jelas Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

"Jadi, bisa jadi, ada politik tingkat tinggi di atas politik tinggi yang tak tersentuh oleh politisi, apalagi orang awam. Mari kita nikmati dan pelajari sambil berdo'a Tuhan mentakdirkan yang terbaik buat Indonesia. Berpikirlah tentang #indonesia," tambahnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved