Pelebaran Jalan Joglo Terkendala Lahan Wakaf, Pengurus Masjid Al-Mubarok Bantah Ada Kekisruhan

Lukman bahkan hanya bisa tertawa mengenai proses proyek pelebaran Jalan Joglo Raya.

Pelebaran Jalan Joglo Terkendala Lahan Wakaf, Pengurus Masjid Al-Mubarok Bantah Ada Kekisruhan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Proyek pelebaran jalan di Jalan Raya Joglo mulai dilanjutkan kembali, di antaranya mengerjakan jembatan yang tadinya belum tersambung. Meski demikian masih ada kendala karena ada lahan yang belum dibebaskan. 

CAMAT Kembangan Agus Ramdhani mengatakan, proyek pelebaran Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, mengalami kendala di pembebasan tiga bidang lahan sengketa, salah satunya di lahan wakaf Masjid Al-Mubarok.

Agus menyebut sempat terjadi kekisruhan di pihak internal pengurus Masjid Al-Mubarok, sehingga memperlambat proses pembebasan lahan wakaf tersebut. Namun, masalah itu kini tengah diurus Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Mengetahui tanggapan Agus, Lukman sebagai Ketua Pengurus Masjid Al-Mubarok, langsung membantah hal itu. Menurutnya, baik pengurus masjid, masyarakat, dan tokoh masyarakat, pun mendukung proyek pelebaran Jalan Joglo Raya diteruskan.

Baca: Dipolisikan Sahabat Lama, Rizal Ramli Khawatir Ada yang Panas-panasi Surya Paloh

"Kisruh apa sih? Saya enggak mengerti. Kisruh dalam hal apa? Padahal, semua masyarakat di sini sampai pengurus masjid pun mendukung jalannya proyek pelebaran Jalan Joglo Raya itu ya. Tidak ada penolakan sama sekali," jelas Lukman saat dikonfirmasi Warta Kota, Selasa (6/11/2018) siang.

Lukman bahkan hanya bisa tertawa mengenai proses proyek pelebaran Jalan Joglo Raya. Dia kembali mengklaim seluruh masyarakat di Kawasan Masjid Al-Mubarok mendukung, agar proyek pelebaran Jalan Joglo Raya diteruskan.

"Masalah iru akhirnya tengah diurus oleh pihak BWI. Sebenarnya, tak ada masalah ya. Enggak begitu paham kenapa pemerintah kota selalu anggap kami itu menolak. Tidak menolak. Jadi kemauan warga itu, kalau memang proyeknya harus membongkar masjid, silakan. Tapi para warga mau masjidnya tetap ada dan kemudian diperbaharui dengan luas lahan 1.200 meteran persegi," paparnya. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved