Penyelundupan

Kepiting Asal China Gagal Diselundupkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

"Kami melakukan penahanan terhadap kepiting tersebut karena yang bersangkutan tidak dapat menyanggupi untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan."

Kepiting Asal China Gagal Diselundupkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kepiting asal China yang gagal diselundupkan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (5/11/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Kasus penyelundupan kepiting melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta digagalkan Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta I, Senin (5/11/2018).

Petugas pun mengamankan pria asal China, TY (34), yang diduga menyelundupkan kepiting tersebut dari China.

Kepala BKIPM Jakarta I Bandara Soekarno Hatta, Habrin Yake menjelaskan, pelaku kedapatan membawa 40 ekor Kepiting Bulu tanpa dilengkapi dokumen resmi dari negara asalnya, China.

Kepiting-kepiting itu disimpan di dalam 5 boks styrofoam. Pelaku ke Indonesia menggunakan pesawat Shanghai Airlines MU-5059, Senin (5/11/2018) malam.

Baca: BNN Gagalkan Penyelundupan Ganja Seberat 250 Kg yang Disembunyikan di Bawah Bak Pikap

"Kami melakukan penahanan terhadap kepiting tersebut karena yang bersangkutan tidak dapat menyanggupi untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan," ujar Habrin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (6/11/2018).

"Karena tidak dilengkapi dokumen resmi atau Health Certificate, maka kami lakukan penyitaan," katanya lagi.

TY mengaku kepada petugas bahwa dia membeli kepiting tersebut di pasar di China. Rencananya, kepiting yang dibeli dengan harga Rp 100.000 per ekor itu untuk dikonsumsi bersama kerabatnya di Jakarta.

"Yang bersangkutan mengatakan tidak memahami aturan tentang pemasukan hasil perikanan ke Indonesia," ucapnya.

Baca: Penyelundupan Sabu Modus Nasi Bungkus Pakai Jasa Ojek Online di Lapas Narkotika Cipinang

Pelaku diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya pada kemudian hari.

"Dia (TY) sudah meminta maaf dan menyatakan tidak akan mengurus kepiting tersebut dan bersedia untuk dimusnahkan oleh petugas," kata Habrin.

Menurut Habrin, kepiting-kepiting itu rencananya akan dimusnahkan sesuai aturan yang berlaku yakni UU nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP nomor 15 tahun 2002 tentang Karantina Ikan.

"Kepiting tersebut akan kami musnahkan segera," ujar  Habrin Yake.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved