Pesawat Jatuh
Keluarga Korban Jadi Pemacu Semangat Tim SAR Lakukan Pencarian Lion Air
Kesempatan tersebut memacu semangat dirinya dan tim SAR gabungan dalam mencari korban.
Penulis: Junianto Hamonangan |
Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi sempat berbincang dengan keluarga korban yang menumpang KRI Banjarmasin dalam perjalanan menuju lokasi jatuhnya Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).
Menurut Syaugi, kesempatan tersebut memacu semangat dirinya dan tim SAR gabungan dalam mencari korban pesawat rute Jakarta -Pangkal Pinang tersebut hingga mendapat hasil yang maksimal.
“Iya dong dengan ketemu begini, kan kamu lihat aja kemarin dengan situasi begitu saya jadi haru, hanyut begitu kan. Walau kamu sering lihat saya garang gitu, kalau wawancara gitu ya kan,” ucapnya.
Syaugi menceritakan sedikitnya ada 500 orang keluarga korban yang menumpang KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin. Mereka dibagi ke dalam dua kapal dengan diiringi satu kapal Basarnas untuk antisipasi.
“Nggak ada keluarga) yang ngeluh. Mer3ka kan berharap segera kalau ada yang belum ditemukan bisa ditemukan ya kan sampai sekarang banyak yang ikhlas banyak yang memahami,” ujarnya.
Syaugi menegaskan pemerintah tidak lepas tangan terkait masalah tersebut. Ia pun meminta agar keluarga tidak perlu khawatir karena pencarian akan terus dilakukan hingga dipastikan mendapat hasil yang maksimal.
“Ya itu lah makanya saya bilang kata kuncinya tiga gitu kan, pemerintah hadir serius, all out, bekerja pakai hati, itu buktinya. Jadi kita mendekatkan sama mereka,” ungkap Syaugi.
“Supaya mereka juga yakin ini ujian dari Yang Maha Kuasa, kita berusaha ya kan, usaha itu sudah maksimal kita,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lion_20181105_194031.jpg)