Pelaku Sempat Menjual Obat Ilegal dan Alat Bantu Seks ke Tetangga

Obat-obat ilegal milik M yang telah disita pihak dari BPOM RI senilai Rp 17,4 Miliar.

Pelaku Sempat Menjual Obat Ilegal dan Alat Bantu Seks ke Tetangga
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kedua gudang penyimpanan yang disewa oleh M ialah rumah kontrakan yang berada di dalam gang sempit. Kedua rumah kontrakan itu serta tempat tinggal M, kondisinya terkunci dari luar. 

Pria berinisial M (40), yang diduga selaku pemilik obat-obatan ilegal di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kini di bui Bareskrim Polda Metro Jaya.

Diketahui, M sempat menjual obat-obatan ilegal hingga alat bantu seks ke tetangganya.

Obat-obat ilegal milik M yang telah disita pihak dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI senilai Rp 17,4 Miliar.

M menggeluti usahanya lewat e-commerce tersebut, sekitar tiga empat tahun.

"Tersangka M ditangkap di Kebon Jeruk. M ini sudah empat tahun lamanya berdagang obat-obatan ilegal di Jakarta Barat ini nilainya capai Rp 17,4 Miliar. Pengakuan M, sempat berjualan ke tetangga-tetangganya. Seperti obat vitalitas pria, alat bantu seks, perangsang, pelangsing, hingga baju yang sebagai alat pelangsing," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Pangan Olahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Sahat Sagala, Senin (5/11/2018).

Kedua gudang penyimpanan yang disewa oleh M ialah rumah kontrakan yang berada di dalam gang sempit. Kedua rumah kontrakan itu serta tempat tinggal M, kondisinya terkunci dari luar.
Kedua gudang penyimpanan yang disewa oleh M ialah rumah kontrakan yang berada di dalam gang sempit. Kedua rumah kontrakan itu serta tempat tinggal M, kondisinya terkunci dari luar. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Sahat menerangkan, ada dua gudang dan satu kontrakan milik M yang dijadikan tempat untuk menyimpan obat-obatan ilegal tersebut.

Diakui M, saat diminta keterangannya, tak ada satu orang yang diperbolehkan masuk terkecuali M.

"Semua sudut ruangan di rumahnya tersimpan obat-obatan ilegal, serta obat yang dipalsukan. Isi kamar mandinya saja obat-obatan ilegalnya dan alat-alat pelangsing, serta seks. Selama di sana, tak boleh ada orang lain masuk. Sempat pihak RT-RW cek-cok dengan M. Karena curiga tak seorang pun boleh masuk," jelasnya.

Diketahui dua gudang penyimpanan obat ilegal berada di RT 04/005 dan RT 07/005, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk.

Tempat tinggal M, di RT 07/05 yang tak jauh dari gudang yang ia sewa di kawasan tersebut.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved