Mirip Kasus Ahok, Pidato Tampang Boyolali Sengaja Digoreng Lawan

Juru bicara Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pidato tampang Boyolalli sengaja "digoreng" pihak lawan. Mirip kasus Ahok.

Mirip Kasus Ahok, Pidato Tampang Boyolali Sengaja Digoreng Lawan
Tribun Jateng/Eka Yulianto Fajlin
Warga Boyolali yang berunjuk rasa membentangkan spanduk dalam demo di jalanan Boyolali Kota, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018). 

JURU Bicara Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan bahwa pidato Prabowo soal 'Tampang Boyolali' sengaja 'digoreng' oleh kubu lawan.

Isu tersebut terus dimainkan untuk menyerang Prabowo Subianto.

"Ini kan gorengan pidato pak Prabowo itu dipelintir, digoreng untuk mendiskreditkan Prabowo," ujar Andre kepada Tribunnews.com, Minggu, (4/11/2018).

Andre menduga pidato tersebut sengaja dimainkan karena tingkat elektabilitas Jokowi di Pemilu Presiden 2019 sedang stagnan.

Hasil survei internal dan survei Parpol koalisi di Pilpres membuktikan, mentoknya tingkat elektabilitas Jokowi tersebut sama seperti yang terjadi pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI jakarta 2017 lalu.

"Karena survei kelompok sebelah stuck. Itu survei real kelompok sebelah itu sama seperti survei-nya Ahok di Pilkada sekitar 42-44 persen, sehingga butuh menyerang Prabowo," katanya.

Baca: Soal Tampang Boyolali, Prabowo Dilaporkan ke Polisi

Padahal menurut Andre pidato Prabowo tersebut bukan untuk menhina atau melecehkan. Prabowo jutru bermaksud membela masyarakat yang selama ini tidak tersentuh pembangunan ekonomi.

"Karena itu tidak maksud menyerang masyarakat Boyolali, justru membela dengan tampang Boyololi. Membela karena adanya Ketidakadilan, ketidakmamuran, ketimpangan. Nah ini coba digoreng sedemikian rupa," ujarnya.

Sebelumnya, seseorang bernama Dakun melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya karena pidatonya yang menyebut 'Tampang Boyolali' Pada Jumat, (2/11/2018).

Prabowo dilaporkan oleh pria bernama Dakun yang mengaku berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Kuasa hukum Dakun, Muannas Alaidid mengatakan, potongan pidato Prabowo yang dipermasalahkan kliennya adalah "...saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."

Muannas mengatakan, Dakun melaporkan Prabowo Subianto karena tersinggung dengan isi pidato tersebut.

Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved