Jenazah Pemandu Gunung yang Meninggal di Carstensz Pyramid Diantar ke Bandung

Jenazah Andika Pratama (35), pemandu pendakian gunung yang meninggal di Carstensz Pyramid, Papua tiba di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Jenazah Pemandu Gunung yang Meninggal di Carstensz Pyramid Diantar ke Bandung
Audy Tanhati/Mahitala Unpar
Jenazah Andika Pratama (35), pemandu pendakian yang meninggal di Carstensz Pyramid, Papua, tiba di Bandara Soekarno-Hatta disambut puluhan anggota Mahitala Unpar. 

DI Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, jenazah Andika Pratama (35) disambut puluhan anggota Mahitala Unpar dan sejumlah rekan pencinta alam dari Wanadri dan Skygers. 

Jenazah disemayamkan sejenak, didoakan, lalu diantar ke Bandung dengan ambulans. Dari rumah duka di kawasan Arcamanik, jenazah akan dimakamkan, Senin (5/11/2018) pukul 07.00 di Taman Pemakaman Sidorukun.

Andika Pratama (35), pemandu gunung Indonesia semasa hidup.
Andika Pratama (35), pemandu gunung Indonesia semasa hidup. (istimewa)

Andika adalah lulusan Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpar angkatan 2001. Setelah masuk Unpar, pria kelahiran Bandung 2 Juni 1983 itu lalu bergabung dengan Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Mahitala Unpar.

Di kalangan teman-temannya, Andika yang akrab dipanggil Bram dikenal pendiam namun sangat mudah membantu dan setia kawan.

Ia juga dikenal sangat sabar dalam mendampingi teman seperjalanan atau klien-kliennya di gunung. 

"Biarlah semangat dan semua kebaikannya terus menginspirasi kita dalam perjalanan hidup selanjutnya," tutur Fiona Ekaristi Putri, mantan Ketua Dewan Pengurus Mahitala Unpar.

Anggota Mahitala Unpar melepas kepergian Andika Pratama.
Anggota Mahitala Unpar melepas kepergian Andika Pratama. (Audy Tanhaty/Mahitala Unpar)

Aktivitas Andika di gunung berlanjut setelah lulus kuliah dan bergabung dengan CV Cesta Adventure yang didirikan sesama anggota Mahitala.

Perusahaan yang kini bernama Indonesia Expeditions itu menyediakan jasa memandu pendakian di gunung di seantero dunia. 

Di perusahaan tersebut, Andika bekerja sebagai pemandu gunung, bersama Sofyan Arief Fesa dan Xaverius Frans, dua pendaki Tujuh Puncak Dunia pertama dari Indonesia.

Saat kejadian di Lembah Kuning, Dika bersama Arlen (pemandu lainnya) tengah memandu enam pendaki dari Rusia untuk menggapai puncak Carstensz Pyramid (4.884m).

Halaman
12
Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved