Breaking News:

Pesawat Jatuh

Bodi Lion Air PK-LQP Belum Ditemukan, Pencarian CVR Terkendala Lumpur

Proses pencarian hari ketujuh musibah jatuhnya Lion Air PK-LQP belum mampu menemukan bodi pesawat.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjato memberikan keterangan pers terkait perkembangan pencarian Pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di Posko Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10/2018). Basarnas telah menemukan titik koordinat jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di Perairan Kawarang, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

TANJUNGPRIOK, WARTA KOTA -- Proses pencarian hari ketujuh musibah jatuhnya Lion Air PK-LQP belum mampu menemukan bodi pesawat.

Begitupun halnya dengan black box atau kotak hitam dalam hal ini Cockpit Voice Recorder (CVR) alias rekaman suara kokpit terkendala lumpur.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan pencarian CVR terkendala lumpur yang tebal. Alhasil para penyelam yang sudah dibagi posisinya belum juga menemukan keberadaan CVR.

“Seperti informasi kemarin ada di barat laut dari pusat besarnya bagian-bagian pesawat, jaraknya 50 meter tapi belum ditemukan secara fisik. Kenapa? Lumpur yang ada di situ kalau ditusuk pakai besi 1 meter pun belum sampai ke dalam. Jadi lumpurnya lebih dari 1 meter. Itu masalah CVR,” katanya, Minggu (4/11).

Sementara untuk bodi pesawat, Syaugi mengaku pihaknya juga belum menemukan posisi benda tersebut.

Sejauh ini tim SAR gabungan baru sekadar hanya melihat serpihan pesawat nahas itu.

“Saya sebagai penanggung jawab evakuasi ini, melihat secara jelas dan detil dengan ROV. Jadi kalau bodi pesawat belum ditemukan. Yang ditemukan itu adalah skin, kalau bodi itu besar, ada rangka-rangkanya,” katanya.

Adapun ROV yang digunakan sudah mencapai radius 250 meter dari lingkaran dimana bagian-bagian besar pesawat ditemukan. Hanya saja pada radius 250 meter itu belum ditemukan bodi pesawat yang sesuai harapan.

“Yang akan dilakukan kita mengefektifkan dengan menggunakan ROV tersebut untuk mencari lagi. Setelah kita temukan tanda-tanda, baru kita lakukan penyelaman oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.

Namun demikian saat ini yang terpenting adalah bagaimana melakukan proses evakuasi jenazah tersisa para penumpang.

Setelah itu baru lah pencarian lainnya seperti CVR dan bodi pesawat menjadi prioritas.

“Fokus SAR gabungan adalah evakusai korban. Setelah itu baru, CVR tadi. Untuk menambah kelengkapan data-data untuk menguak itu. Jadi yang utama adalah evakuasi korban,” tegasnya.

“Saya berharap rekan-rekan bisa mendoakan termasuk masyarakat Indonesia sehingga semua korban bisa ditemukan, bodi atau bagian pesawat yang besar bisa ditemukan,” sambungnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved