Taufik Kurniawan Jadi Wakil Rakyat ke-69 yang Jadi 'Pasien' KPK

KPK berharap, kejadian yang menimpa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjadi kasus terakhir yang akan ditangani lembaga anti-korupsi itu.

Taufik Kurniawan Jadi Wakil Rakyat ke-69 yang Jadi 'Pasien' KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menaiki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/11/2018). KPK menahan Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen pada APBN Perubahan Tahun 2016. 

WAKIL Ketua DPR Taufik Kurniawan menjadi wakil rakyat ke-69 yang diproses Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Gini, kalau tentang anggota DPR RI yang diproses dalam kasus korupsi dan pencucian uang itu ada sekitar 69 orang sejauh ini," jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018).

KPK berharap, kejadian yang menimpa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjadi kasus terakhir yang akan ditangani lembaga anti-korupsi itu.

Baca: Ditahan KPK, Taufik Kurniawan: Secanggih-canggihnya Rekayasa Manusia, Rekayasa Allah Paling Sempurna

"Tentu kami berharap ini tidak perlu menjadi 70, 71, 72 dan seterusnya. Kalau memang ada kehendak yang sama para anggota DPR RI untuk tidak menerima suap," kata Febri Diansyah.

"Jadi harapan kami berhenti pada 69. Jika memang ada komitmen yang sama dari anggota DPR RI untuk tidak menerima suap dan melakukan korupsi. Itu poin paling krusial," sambungnya.

Febri Diansyah mengatakan, jika masih ada anggota wakil rakyat yang menerima suap, kemudian adanya laporan dari masyarakat, KPK tak segan-segan memproses dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Baca: Sebelum Jadi Tersangka, Taufik Kurniawan Jarang ke DPR dan Pasif di Grup WhatsApp

KPK juga memaksimalkan hukuman pencabutan hak politik kepada wakil rakyat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, karena itu juga bagian dari kewenangan KPK.

"Kami mengapresiasi dan menghargai karena cukup banyak pengadilan-pengadilan sudah punya visi yang sama bagaimana menghadapi korupsi politik itu," ucap Febri Diansyah.

"Yaitu dengan mencabut, salah satu faktor utama yang membuat mereka melakukan korupsi, yaitu jabatan di sektor politik," tambahnya.

Baca: Kata Jusuf Kalla, Menteng dan Kebayoran Baru Tak Bakal Dapat Dana Kelurahan

Taufik Kurniawan ditahan KPK karena terbelit kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016.

Taufik Kurniawan diduga menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Setelah adanya penyerahan uang, dalam pengesahan APBN Perubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar.

DAK tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kebumen. (Ilham Rian Pratama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved