Pesawat Jatuh

Tak Biasa, Saat Makan Berdua untuk Terakhir Kalinya, Ayah Selalu Lihat Wajah Jorry

Peti jenazah berwarna cokelat, bersanding dengan hiasan bunga duka cita ditambah lilin, membuat suasana haru semakin terasa.

Tak Biasa, Saat Makan Berdua untuk Terakhir Kalinya, Ayah Selalu Lihat Wajah Jorry
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Jenazah Hizkia Jorry Saroinsong (23), korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP, di rumah duka PGI Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018). 

KEPERGIAN Hizkia Jorry Saroinsong (23) meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga maupun kerabat dekat korban.

Sejak jenazah di bawa ke rumah duka, kerabat dan keluarga terus berdatangan. Suasana haru pun terasa di rumah duka di Rumah Sakit PGI Cikini, di mana jasad Hizkia Jorry dibaringkan.

Terlihat peti jenazah berwarna cokelat, bersanding dengan hiasan bunga duka cita ditambah lilin, membuat suasana haru semakin terasa.

Baca: Sandiaga Uno Tak Pernah Diajak Bahas Dana Kelurahan Saat Masih Jabat Wakil Gubernur DKI

Beberapa kerabat korban yang berdatangan pun mencoba duduk dan menundukkan kepalanya, sembari berdoa atas kepergian alamarhum. Beberapa karangan bunga pun terus berdatangan ke rumah duka.

Hizkia Jorry adalah mahasiswa Universitas Indonesia. Kerabat maupun keluarga pun tak menyangka atas kepergian almarhum, terlebih ayahnya, Johan Harry. Ibunda korban pun tak kuasa menahan air matanya, ketika melihat peti jenazah anaknya yang tak lagi dapat dibuka oleh pihak keluarga.

Sebelum almarhum pergi, ayah korban sempat makan bersama almarhum di kawasan Cikini. Hal itulah yang menjadi sebuah kenangan terakhir bagi dirinya.

Baca: Hadapi Surya Paloh dan Partai Nasdem, Rizal Ramli Klaim Dibela 1.520 Pengacara

"Saya sih enggak ada firasat. Cuma saya sempat makan terakhir sama dia sebelum dia pergi. Saya ngobrol jarang lihat mukanya. Nah, ini saya selalu lihat mukanya terus-menerus waktu makan di restoran berdua. Mungkin itu tanda-tandanya," papar Johan, Sabtu (3/11/2018).

Menurut Johan, ketika itu ia mendengarkan Jorry bercerita tentang aktivitasnya, terlebih saat ini Jorry terus mengikut beberapa kegiatan yang mengharuskannya bepergian keluar kota. Di mata sang Ayah, Jorry merupakan anak yang fleksibel dengan pengetahuan akademis yang luar biasa.

Sebelum pergi, almarhum pernah berucap ingin memajukan Indonesia dengan pemikiran yang besar di masa generasi milenial.

Baca: Prabowo Bilang 99 Persen Rakyat Indonesia Hidup Pas-pasan, Moeldoko: Pernah ke Kampung Enggak?

"Dia pengin supaya Indonesia maju, dan generasi milenial akan menjadi generasi yang bisa melakukan hal-hal besar ke depannya. Indonesia, bahkan dunia. Dia berpikiran dunia sih, negara, dunia," bebernya.

Meski tak serumah sejak almarhum disibukkan berbagai kegiatan, Johan mengaku pertemuan antar-keluarga sering terjadi. Sejak kepergian almarhum, ibu korban belum menerima kenyataan ini. Walau begitu, pihak keluarga merasa Jorry masih ada di tenagh-tengah keluarganya.

"Saya masih tetap dia dekat dengan kita ya. Phsyically spritually hidup. karena berdiskusi dengan dia sangat enak, itu yang saya rasakan," cetusnya.

Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah Jorry pada Senin (5/11/2018) lusa di TPU Kampung Pulo. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved