Novel Baswedan Diteror

Penyerang Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Moeldoko: Jangan Semua Urusan Ke Presiden

Sudah 500 hari telah berlalu sejak penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswesan pada 11 April 2017 lalu.

Penyerang Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Moeldoko: Jangan Semua Urusan Ke Presiden
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menilai kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, merupakan urusan kepolisian.

"Jangan semua ke presiden, kan masing-masing punya otoritas yang mesti diberesin di lingkungan kerjanya," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (2/11/2018).

Menurut Moeldoko, dalam menjalankan tugas negara, Presiden mendelegasikan tugas, dan masing-masing pihak punya otoritas, serta ada batasan kemampuan dalam bekerja.

Baca: Novel Baswedan Sangat Sedih Kalau Jokowi Takut Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras

"Kalau masih dalam batas kemampuan ya mesti diserahkan pada teknis, kalau di luar batas kemampuan ya negara ambil atau Presiden ambil, itu aja rumusnya‎," ucap Moeldoko.

Presiden, lanjutnya, telah meminta Kapolri mengusut kasus Novel Baswedan secara tuntas, dan pemerintah berkomitmen penuh mendorong penyelesaian kasus tersebut secara jelas.

"‎Ya saya pikir nanti ada langkah-langkah berikut, dan saya enggak ngerti secara teknis dari kepolisiannya seperti apa kok enggak bisa," papar Moeldoko.

Baca: Novel Baswedan: Di KPK yang Diserang Bukan Hanya Saya, Ada Lebih dari Lima Orang

Sudah 500 hari telah berlalu sejak penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswesan pada 11 April 2017 lalu.

Hingga Kamis (1/11/2018) lalu, hari ke-500 setelah-penyerangan, pelakunya belum terungkap, demikian pula dalangnya.

Novel Baswedan berpendapat penyerangan terhadapnya sengaja tidak diungkap. Tim Gabungan Pencari Fakta yang belum dibentuk hingga saat ini juga menguatkan pendapat Novel‎‎ Baswedan. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved