Hoaks Penculikan Anak Ganggu Psikologis Orang Tua

Orang tua juga perlu mengenalkan rute aman ke sekolah, baik berangkat maupun pulang, sehingga sang anak dapat tetap mandiri namun aman.

Hoaks Penculikan Anak Ganggu Psikologis Orang Tua
Istimewa
ILUSTRASI 

MASIF pemberitaan kasus penculikan anak yang diperparah dengan viralnya enam berita hoaks di tengah masyarakat dalam seminggu terakhir, dapat berdampak pada psikologis anak maupun orang tua.

"Pemberitaan bohong atau hoaks sudah memberikan dampak psikologis yang besar," kata Ketua KPAI Susanto di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Salah satu dampak psikologis para orang tua ialah merelakan waktunya setiap hari untuk menunggu di sekolah hingga anaknya pulang. Beberapa juga diketahui ribut di grup media sosial WhatsApp karena pemberitaan bohong tersebut.

Baca: Prabowo Bilang 99 Persen Rakyat Indonesia Hidup Pas-pasan, Moeldoko: Pernah ke Kampung Enggak?

"Mereka dibuat panik hingga rela menunggui anak sekolah setiap hari. Karena kekhawatiran yang berlebihan," ujarnya.

Sikap berlebihan lainnya adalah para orang tua mengawasi sang anak dengan berlebihan, seperti membentak, mengintimidasi, juga mengatur secara ketat aktivitas keseharian anak karena takut akan penculikan.

"Ini menimbulkan pengawasan yang berlebihan pada orang tua dengan mengintimidasi, membentak, menekan, memaksa, dan mengatur secara ketat aktivitas anak," tuturnya.

Baca: APBD Melimpah, DPRD Sarankan Anies Baswedan Bangun Tiga Atau Empat ITF di Jakarta

Kondisi tersebut menimbulkan sosialisasi serta tumbuh kembang anak tidak bisa berjalan dengan semestinya.

Bila menghadapi situasi seperti ini, sepatutnya para orang tua perlu bijak dan jernih dalam berpikir. Sebab, rasa kekhawatiran berlebih secara bertahap akan mengurangi kepercayaan diri anak untuk bersosialisasi dengan orang lain.

"Orang tua tetap perlu mengedukasi anak dengan baik terkait tindakan penculikan yang sesuai dengan usia tumbuh kembangnya," jelas Susanto.

Baca: APBD Melimpah, DPRD Sarankan Anies Baswedan Bangun Tiga Atau Empat ITF di Jakarta

Susanto mengatakan, tindakan preventif yang seharusnya dilakukan orang tua adalah dengan mengajarkan kepada anak untuk menolak jika diajak atau diberikan imbalan apapun dari sosok tak dikenal, ataupun dari mereka yang mengaku perwakilan orang tua.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved