Breaking News:

HTI Tegaskan Tak Pernah Punya Bendera

Ismail Yusanto menyebut HTI tidak pernah memiliki bendera resmi yang didaftarkan ke Kemenkumham.

WARTA KOTA/FERYANTO HADI
HTI menggelar konferensi pers di Kasablanka, Jumat (2/11/2018). 

JURU Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto kembali menegaskan, bendera yang dibakar oknum Banser di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, bukanlah bendera milik organisasinya.

Ia pun menyayangkan sejumlah pihak ngotot bahwa bendera itu milik HTI.

"Sejalan dengan keterangan MUI, kami turut pula menegaskan bahwa bendera bertuliskan lafaz tauhid itu bukanlah bendera Hizbut Tahrir Indonesia. Sehingga, tidak dapat dibantah bahwa yang dibakar adalah bendera bertuliskan lafaz tauhid," ungkap Ismail Yusanto saat menggelar konferensi pers bersama pengacara HTI Yusril Ihza Mahendra, di Kasablanka, Jumat (2/11/2018).

Baca: Yusril Ihza Mahendra: HTI Bukan Ormas Terlarang

Ismail Yusanto menyebut HTI tidak pernah memiliki bendera resmi yang didaftarkan ke Kemenkumham. Pasal 26 Anggaran Dasar HTI hanya menentukan simbol organisasi yang berbunyi, "Perkumpulan ini berlambang Bendera Laa Ilaha Ilallah Muhammadur Rasulullah di atas dasar warna hitam dan atau putih, di bawahnya bertuliskan HIZBUT TAHRIR INDONESIA.

"Atas dasar itu, selain karena HTI tidak punya bendera resmi yang didaftarkan, ketiadaan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia pada bendera yang dibakar telah membuktikan bahwa bendera itu bukanlah bendera HTI," jelasnya.

Meski demikian, Ismail Yusanto mengakui dalam setiap aksi massa HTI kerap membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid. Namun, ia menerangkan, bendera itu bertujuan mengenalkan panji rasulullah.

Baca: Dipolisikan Sahabat Lama, Rizal Ramli Khawatir Ada yang Panas-panasi Surya Paloh

"Adanya bendera Ar Rayah dan Al Liwa itu untuk dikenalkan ke masyarakat bahwa itu panji rasulullah. Bukan berarti itu bendera kami," ujarnya.

"Jadi, bagaimana bisa HTI dituduh melakukan manipulasi terhadap bendera itu? Apa perlunya kami melakukan manipulasi? Kalau kami punya niat, kenapa kami selalu jelaskan pada umat kalau itu adalah panji rasulullah, bukan bendera HTI?" tuturnya.

"Bahwa ada tudingan HTI melakukan pembohongan, itu tidak benar. Siapa pun yang memaksa bahwa itu adalah bendera HTI, maka itu sia-sia. Karena umat percaya itu panji Rasulullah dan dalilnya juga jelas. Usaha untuk men-dismiss atau menghilangkan bahwa itu bendera tauhid adalah upaya sia-sia belaka," paparnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved