Wartawan Italia Ini Tuding Mercedes Gunakan Disain Pelek Ilegal

Lubang-lubang itu diyakini dapat mengurangi aliran panas antara poros dan roda pada mobil Mercedes dan juga memiliki dampak aerodinamis yang ilegal.

Wartawan Italia Ini Tuding Mercedes Gunakan Disain Pelek Ilegal
Sindonews
Lewis Hamilton 

PAGELARAN balapan Formula 1 di Grand Prix Meksiko menjadi akhir dari perburuan gelar juara dunia.

Stempel itu didapat Lewis Hamilton setelah dia menyelesaikan posisi di peringkat keempat pada balapan akhir pekan kemarin.

Tambahan 12 poin sudah cukup buat Hamilton menyegel gelar juara Formula 1 2018.

Sebab, pesaing terdekatnya yakni Sebastian Vettel yang tertinggal 64 angka tidak mampu mengejar ketertinggalan poin dengan dua balapan tersisa musim ini.

Di samping keberhasilan Hamilton menambah gelarnya menjadi lima kali, ada sedikit cerita kurang mengenakkan yang datang dari wartawan Italia, Leo Turrini.

Ini berkaitan dengan desain pelek jet darat yang diduga tidak sesuai regulasi.

Dikatakan Turrini, Lubang-lubang itu diyakini dapat mengurangi aliran panas antara poros dan roda pada mobil Mercedes dan juga memiliki dampak aerodinamis yang ilegal.

"Saya ingin penyelidikan tentang roda," kata Turrini dikutip dari Express melalui sindonews.

Baca: Ross Barkley Hadapi Legenda Chelsea

Sementara itu, Direktur balapan F1, Charlie Whiting, mengatakan klarifikasi tentang apa yang legal akan dibuat.

Namun dia menegaskan tidak akan mengeluarkan pernyataan apa pun terkait apa yang dilakukan tim Mercedes.

"Semua orang tahu bahwa kami menganggapnya legal, itu bukan rahasia. Tapi apa yang akan kita lakukan adalah arahan teknis yang lebih umum, untuk menangani subjek umumnya tidak secara khusus," sahut Whiting

"Kami ingin memastikan seseorang tidak datang dengan sesuatu yang sedikit berbeda atau bahkan sangat berbeda dan mencoba dan melakukan hal yang sama. Antara sekarang dan Brasil kami memiliki pertemuan Kelompok Kerja Teknis di mana kami bermaksud untuk mengembangkan aturan agar lebih umum tentang seluruh bisnis pendinginan dan kemungkinan efek samping juga pengaruh aerodinamis," lanjut Whiting.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved