Pesawat Jatuh

Ini Hak yang akan Diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP

Untuk kecelakaan kerja, maka korban akan mendapatkan hak 48 kali upah yang dilaporkan.

Ini Hak yang akan Diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas Basaarnas mendata pencarian korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di Posko Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018). 

DIREKTUR Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya akan memberikan hak kepada 31 korban kecelakan pesawat Lion Air PK-LQP di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pihaknya mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, sekaligus untuk memverifiksasi data 31 korban yang telah terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

"Sebagaimana diketahui, pesawat Lion itu berangkat Senin pagi, kita indikasikan banyak pekerja yang ikut di pesawat itu. Dari laporan yang ada betul sebagian para pekerja, dan kami mau pastikan para pekerja itu peserta atau bukan. Bila iya, kami berikan hak sesuai ketentuan pada ahli warisnya," kata Agus Susanto di RS Polri Kramat Jati, Rabu (31/10/2018).

Baca: Kapsul Rancangan Insinyur Rusia Ini Bisa Selamatkan Nyawa Penumpang Saat Kecelakaan Pesawat

Agus Susanto menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan punya empat program, yakni Jaminan Kecelakan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun. Untuk kecelakaan kerja, maka korban akan mendapatkan hak 48 kali upah yang dilaporkan.

Namun jika dalam kecelakaan tersebut yang bersangkutan tidak dalam posisi aktivitas bekerja, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan hak korban kepada ahli waris sebesar Rp 24 juta sebagai jaminan kematian.

"Kalau di luar kegiatan kerja diberikan santunan kematian Rp 24 juta, ditambah beasiswa satu anak sebesar Rp 12 juta," ungkapnya.

Baca: Jokowi Sebut Penerbangan Murah Bukan Penyebab Kecelakaan Pesawat

Untuk mengklaim hak itu, pihak ahli waris hanya perlu mengajukan prosedurnya, sehingga pihak BPJS Ketenagakerjaan segera memverifikasi data tersebut. Pihaknya saat ini juga sudah membuka posko di Tanjung Pakis, Karawang, untuk pendataan klaim para korban.

Baca: Nelayan Karawang Beberkan Posisi Ekstrim Pesawat Lion Air JT610 Sebelum Jatuh ke Air

"Ahli waris ajukan klaim prosedurnya, BPJS lalu klarifkasi apa betul yang bersangkutan meninggal, lalu diperlukan surat kematian, sehingga untuk percepat klaim itu kami koordinasi dengan Polri untuk identifikasi," paparnya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved