Abdel dan Buku Zaman SMA, Ketika Suka Nongkrong di Warung Kopi dan Penjual Kue Pancong

Komedian Abdel Achrian bersama dengan teman-teman tongkrongannya semasa SMA meluncurkan buku berjudul Anak Pancong.

Abdel dan Buku Zaman SMA, Ketika Suka Nongkrong di Warung Kopi dan Penjual Kue Pancong
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Komedian Abdel Achrian (kanan) bersama dengan teman-teman tongkrongannya semasa SMA meluncurkan buku berjudul Anak Pancong. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Komedian Abdel Achrian bersama dengan teman-teman tongkrongannya semasa SMA meluncurkan buku berjudul Anak Pancong.

Buku tersebut berkisah tentang tongkrongan Abdel bersama teman-temannya di warung kopi di seputaran Terminal Rawamangun, Jakarta Timur, pada era pertengahan 1980-an sampai pertengahan 1990-an.

Abdel menuturkan, sebutan Anak Pancong karena memang mereka nongkrong di warung kopi yang juga jual kue pancong.

"Sekarang warungnya udah nggak ada. Tapi kenangan itu sampai hari ini masih membekas pada kami semua," kata Abdel saat peluncuran buku Anak Pancong di Restoran Enjoy, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (20/10/2018).

Abdel menjelaskan, cikal bakal munculnya Anak Pancong berawal dari pertemanan semasa di SMPN 74, Rawamangun, yang kala itu mayoritas lulusannya melanjutkan ke SMAN 31 Kawasan Kayumanis, Jakarta Timur.

Abdel mengatakan, orang dibalik penerbitan buku ini, yakni dua kakak kelasnya sebagai penyunting buku tersebut yang kala itu satu tongkrongan dengannya.

Mereka adalah TSNB Hutabarat alias Cokky yang saat ini menjadi Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), dan Sutan Eries Adhlin, kakak kandung Abdel yang berprofesi jurnalis.

"Sudah enggak gampang mengumpulkan mereka lagi seperti dulu. Rasa kebersamaan yang membuat orang-orang sibuk itu mau menyempatkan diri untuk menulis demi buku ini. Contohnya Mas Naufal (Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, dan bro Yulius (Asisten Deputi di Kemenko Perekonomian) yang Ikutan menyumbang tulisan," kata Cokky.

Menariknya, kata Cokky pertemanan Anak Pancong terus berlangsung sampai sekarang. Mereka masih suka kumpul-kumpul.

"Buku ini buat kenang-kenangan kami dan juga anak-anak kami, biar mereka tahu gimana dulu bapaknya nongkrong semasa remaja," kata jenderal bintang satu itu.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved