Pesawat Jatuh
Satu-satunya Cara Mengidentifikasi Jenazah Tak Utuh Melalui Tes DNA
Pagi ini, pihak rumah sakit mulai melakukan upaya pemeriksaan jenazah yang sudah tiba tersebut.
Penulis: Joko Supriyanto |
SEBANYAK 24 kantong jenazah pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Pasir, Karawang, Jawa Barat, sudah diterima RS Polri sejak Senin (29/10/2018) malam.
Pagi ini, pihak rumah sakit mulai melakukan upaya pemeriksaan jenazah yang sudah tiba tersebut.
Namun, dari 24 kantong jenazah yang dikirim, sebagaian di antaranya sudah tidak utuh. Bahkan, isi dari kantong-kantong jenazah tersebut bukan hanya berasal dari satu jenazah, melainkan beberapa potongan tubuh jenazah yang telah dikumpulkan.
Baca: Kapsul Rancangan Insinyur Rusia Ini Bisa Selamatkan Nyawa Penumpang Saat Kecelakaan Pesawat
Wakapolri Komjen Ari Dono yang meninjau langsung keberadaan korban dan keluarga korban di Rumah Sakit Polri Kramat Jati mengungkapkan, beberapa kantong jenazah yang ia lihat beberapa di antara jenazah bayi yang tewas dalam kecelakaan tersebut.
"Satu bodypack itu isinya bisa beberapa jenazah, kalau memang kondisi korban kita temukan sudah dalam keadaan hancur, tercerai berai, tulang-tulang sudah lepas. Sehingga, upaya-upaya yang dilakukan oleh tim pencarian dan evakuasi itu di Karawang kemudian dikirim ke sini," tutur Kombes Ari Dono, Selasa (30/10/2018).
Kondisi jenazah yang tak lagi utuh tersebut menjadi kendala tim dokter dalam upaya identifikasi. Sehingga, dirinya menyebut data-data korban seperti DNA dan data gigi, sangat diperlukan dalam proses identifikasi jenazah.
Baca: Ini Daftar Kecelakaan Pesawat di Indonesia Sejak Tahun 2000 yang Merenggut Korban Jiwa
"Sampai sekarang belum ada kendala yang berarti. Kita hanya tinggal nunggu semua bodypack yang ada kita pisahkan, kita identifikasi oleh ahli forensik satu per satu pengelompokkan," jelasnya.
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Pol Dok Musyafak mengatakan, kondisi jenazah yang diterima pihak RS Polri memang sebagian tidak utuh. Sehingga, pemeriksaan DNA keluarga korban dan korban sangat diperlukan untuk mencocokkan jenazah.
"Kemungkinan kendala yang akan terjadi adalah wujud daripada korban itu sendiri yang tidak utuh. Kemudian adanya bagian bagian tubuh yang cukup banyak, sehingga nanti kita akan melasanakan pemeriksaan DNA juga cukup banyak. Karena semua bagian tubuh yang ada kita periksa DNA-nya selama terpisah dengan bagian yang lain. Itu barangkali kendala," bebernya.
Baca: Amien Rais Mau Bongkar Kasus di KPK, Saut Situmorang: Baguslah Ada Orang Bijak Mau Bantu
Menurutnya, jalan satu-satunya untuk mengidentifikasi adalah mengunakan tes DNA. Ia menyebut, hasil pemeriksaan tersebut paling cepat terjawab 4 hingga 5 hari ke depan setelah pemeriksaan DNA.
"Untuk waktu proses identifikasi, kalau korban ini satu-satunya jalan teridentifikasi dari pemeriksaan DNA paling cepet 4-5 hari, tapi proses identifikasi tidak hanya dari DNA. Kita melaksanakan proses identifikasi sesuai dengan standar DVI interpol, di mana kita memeriksa properti dari hasil keterangan keluarga korban maupun hasil pemeriksaan kepada korban itu sendiri," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pesawat-lion-air-jt-610-jatuh-7_20181030_110632.jpg)