Pilpres 2019
Sandi Tumpangi Lion Air ketika Kampanye ke Pangkal Pinang
Sandi berharap agar masyarakat menghormati proses penyelamatan serta keluarga korban. Selanjutnya, proses evaluasi dan investigasi dilakukan
KECELAKAAN pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di perairan pantai Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) mengejutkan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno.
Pasalnya, pesawat serupa pernah ditumpanginya ketika berkampanye di kota Pangkal Pinang beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan acara Influncer MeetUp with Bang Sandi di Indonesia 5, Jalan Kemang Utara A No 2, Mampang, Jakarta Selatan pada Selasa (30/10/2018).
"Pertama-tama makasih ya undangannya, kami mensyukuri acara ini jg merupakan refleksi dari tauhid dalam muamalah kajiannya, bahasannya sangat dalam dan juga sebetulnya kami juga merefleksikan keprihatinan pada saudara-saudara kita yang kemarin mendapat musibah kembali di Lion Air JT 610," ungkap Sandi.
Mengutip tausiah yang disampaikan oleh Aa Gym, Sandi menyebut musibah tersebut mengandung berkah. Sesuai dengan Surat Al Baqarah yang dilafadzkan Aa Gym.
"Musibah itu tentu mengandung berkah, jadi Aa tadi mengutip dari surat al baqarah bahwa 'jangan manusia melihat dari satu sisi saja tapi insya allah ada rahasia di balik ini' dan mudah-mudahan bangsa ini diberikan kekuatan, keluarga yang ditinggalkan juga mendapatkan kekuatan, para korban khusnul khotimah, dan kita harapan juga nanti ada perbaikan dalam sistem mungkin penerbangan kita supaya kecelakaan," harap Sandi.
"Karena saya terpukul sekali, dua minggu lalu saya pakai pesawat yang sama ke pangkal pinang dan itu bisa terjadi bagi siapa saja dan jadi sepertinya kita harus terus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kita dijauhkan oleh musibah," tambahnya.
Terkait penanganan musibah, Sandi berharap agar masyarakat menghormati proses penyelamatan serta keluarga korban. Selanjutnya, proses evaluasi dan investigasi dilakukan, tanpa ada prasangka buruk terhadap maskapai penerbangan.
"Pertama-tama kita tentunya menghormati dulu proses penyelamatan, proses yang lagi dilakukan sekarang search and rescue dan kita menghormati keluarga yang sekarang lagi dalam suasana yang sangat sulit. Tentunya pada saat yang tepat, nanti para ahli akan melakukan evaluasi, melakukan investigasi apa sih yang terjadi," jelasnya.
"Ini pesawat yang relatif sangat baru dan kita jangan suudzon dulu apa yang terjadi tapi kita serahkan prosesnya kepada para ahli, kepada para pihak yang harus memastikan bahwa Insya Allah musibah ini pasti ada hikmahnya dan kita jangan larut dalam saling menyalahkan, tapi justru kita pastikan bahwa ada satu rahasia Allah yang tadi sama-sama dibacakan suratnya oleh Aa Gym yang harus kita makna," tambahnya. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181030sandi-tumpangi-lion-air-ketika-kampanye-ke-pangkal-pinang_20181030_154312.jpg)