Breaking News:

RS Polri akan Serahkan Jenazah yang Teridentifikasi Meski Hanya Potongan Tubuh

Tim forensik RS Polri Kramat Jati akan menyerahkan jenazah yang telah teridentifikasi kepada keluarga meski itu hanya berupa potongan tubuh.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kepala RS Polri RS Sukanto Kramat Jati Irjen Pol Artur Tampi (keempat dari kanan) memberi keterangan pers. 

KEPALA Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Irjen Pol Artur Tampi, mengatakan bahwa jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 yang sudah teridentifikasi akan segera diserahkan kepada pihak keluarga korban meskipun body part belum lengkap.

Hal itu dilakukan menginggat bahwa kondisi jenazah yang ditemukan seluruhnya tidak dalam kondisi utuh. Untuk itu setelah dilakukan rekonsiliasi maka akan akan diputuskan apakah jenazah sudah teridentifikasi, sehingga dapat segera di serahkan ke pihak keluarga.

Baca: Presiden SBY dan BJ Habibie Pernah Selamatkan Tuti Tursilawati, TKW Yang Dieksekusi di Arab

"Prosesnya akan seperti itu. Rekonsiliasi ini kiranya mencocokan data di kamar jenazah pemeriksaan forensik, dicocokan dengan data ante mortem yang kita dapatkan. Kalau ada yang cocok segera kita rilis, dia teridentifikasi dan segera kita serahkan kepada keluarga disertai dengan sertifikat keterangan kematian yang diperlukan. Tapi kalah belum kita harus menunggu hasil pemeriksaan DNA," kata Irjen Pol Artur Tampi, Selasa (30/10/2018).

Baca: VIDEO: Tim SAR Temukan KTP dan Handphone Diduga Milik Penumpang JT 610 Bernama Monni

Mengingat kondisi jenazah yang tak lagi utuh, untuk itu pihaknya akan mengambil sample DNA dari keluarga kandung korban. Pasalnya dengan mengunakan metode gigi dan sidik jari sudah tidak dapat dilakukan terhadap kondisi jenazah.

Untuk itu dirinya selalu menghimbau kepada anggota keluarga korban untuk segera memberikan data ante mortem korban, seperti ciri fisik dan properti yang digunakan sebagai pendukung kelengkapan test DNA.

Dari pemeriksaan test DNA tersebut nantinya akan keluar hasilnya hingga 4x24 jam, sehingga akan di cocokan dengan profil pembanding dari keluarga yang datang.

"Kita mengharapkan, kalau dia korban bapaknya, anaknya itu harus datang atau orangtua dari si bapak datang ke sini. Kalau dia korban ibunya anaknya yang datang ke sini atau orangtua dari si ibu datang ke sini. Kalau dia anak yang menjadi korban, orangtuanya datang ke sini. Yang ada hubungan darah. Dengan body part yang kita temukan, paling cepat kita akan dapat mengidentifikasi yang sudah ada itu adalah sekitar 4-8 hari ke depan," katanya.

Sementara itu, jika pihak keluarga tidak dapat hadir di RS Polri dapat melakukan test DNA ditempat lain, bahkan pihaknya juga akan mendatangi langsung bagi keluarga korban yang tidak bisa hadir.

"Kita juga sudah sering melaksanakan tugas seperti itu. jadi dimanapun alamatnya, ketika dia tidak datang ke sini itu bisa kita ambil ke tempat alamat yang bersangkutan. Dari pihak kita dan kita ada perpanjangan tangan di daerah situ kabiddokes seperti di bangka belitung, disana sudah membuka posko ante mortem. Katakanlah keluarganya tidak bisa datang ke posko, kita yang akan jemput sampai ke rumah daripada keluarga korban," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved