Pesawat Jatuh

KPI Ingatkan Lembaga Penyiaran Terkait Peliputan Musibah Lion Air JT 610

KPI mengimbau lembaga penyiaran untuk berhati-hati menayangkan informasi kejadian tersebut, khususnya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan

KPI Ingatkan Lembaga Penyiaran Terkait Peliputan Musibah Lion Air JT 610
Warta Kota/Alex Suban
Awak KRI Srikuda membawa sejumlah puing jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/10/2018). 

PERISTIWA jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang menjadi sorotan publik.

Terkait hal tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau lembaga penyiaran untuk berhati-hati menayangkan informasi kejadian tersebut.

Khususnya yang bersumber dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kami meminta lembaga penyiaran tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi HOAKS ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang," jelas Yuliandre Darwis, Ketua KPI Pusat.

Baca: VIDEO: Suasana Duka dan Doa Bersama di Rumah Pratomo, Korban Lion JT 610

Baca: Buka Posko, Peradi Siap Beri Konsultasi dan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Korban JT610

Hal tersebut disampaikannya untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memulai kembali proses pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang.
Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memulai kembali proses pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang. (Warta Kota/Muhamad Azzam)

KPI juga mengimbau lembaga penyiaran untuk tidak menyebarkan foto-foto korban maupun potongan gambar korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berasal dari media sosial maupun dari sumber lainnya melalui media penyiaran.

“Kami mengingatkan kembali bahwa pedoman peliputan soal bencana dan kejadian luar biasa seperti kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air, harus mengedepankan etika jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012,” jelas Yuliandre.

Baca: Awal Mula Munculnya Bendera Tauhid Ustadz Abdul Somad Jelaskan Maknanya

Terkait musibah jatuhnya pesawat terbang Lion Air JT 610, KPI telah menetapkan kewajiban dan batasan dalam menayangkan peliputan bencana pada program siaran jurnalistik antara lain, wajib mempertimbangkan proses pemulihan korban, keluarga, dan atau masyarakat.

Foto ini adalah bangkai pesawat Lion Air JT-904 yang mengalami musibah di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 13/4/2013. Jadi, foto ini bukan kecelakaan Lion Air JT-610 Jakarta-Pangkal Pinang.
Foto ini adalah bangkai pesawat Lion Air JT-904 yang mengalami musibah di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 13/4/2013. Jadi, foto ini bukan kecelakaan Lion Air JT-610 Jakarta-Pangkal Pinang. (@sutopo_PN)

Selain itu, lembaga penyiaran dilarang menambah penderitaan atau trauma korban, keluarga, dan masyarakat, dengan cara memaksa, menekan, dan atau mengintimidasi untuk diwawancarai dan atau diambil gambarnya.

Lembaga penyiaran dilarang menampilkan gambar dan atau suara saat-saat menjelang kematian, mewawancarai anak di bawah umur sebagai narasumber, menampilkan gambar korban atau mayat secara detail dengan close up dan menampilkan gambar luka berat, darah atau potongan organ tubuh.

Terakhir, lembaga penyiaran wajib menampilkan narasumber kompeten dan terpercaya dalam menjelaskan peristiwa bencana secara ilmiah.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved