Harga Sembako Diisukan Naik, Jokowi: Dipikir Saya Enggak Pernah Keluar Masuk Pasar

‎PRESIDEN Joko Widodo merasa heran atas munculnya isu naiknya harga bahan pokok di pasar.

Harga Sembako Diisukan Naik, Jokowi: Dipikir Saya Enggak Pernah Keluar Masuk Pasar
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (13/10/2018). 

‎PRESIDEN Joko Widodo merasa heran atas munculnya isu naiknya harga bahan pokok di pasar.

"Ada yang datang ke pasar, ngomong harga bahan pokok naik. Inflasinya biasanya 8 persen sampai 9 persen, sekarang di bawah 3,5 persen," ujar Jokowi saat menghadiri peresmian pembukaan kongres XX tahun 2018 Wanita Katolik Republik Indonesia di Grand Mercure, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Menurut Jokowi, inflasi yang rendah menandakan harga-harga kebutuhan pokok dan lainnya stabil, atau dapat dikendalikan dengan baik.

Baca: Anies Baswedan Anggarkan Rp 187 Miliar untuk Sertifikat Tanah di Jakarta

"Dipikir saya enggak pernah keluar masuk pasar, saya juga sering. Saya tanya pedagang, saya dengarkan yang menjadi keluhan. Kalau kita bisa mencarikan solusi, kita berikan, tapi kalau yang sulit misalnya barang impor, ya sulit, karena pasar internasional," paparnya.

‎Jokowi lalu bercerita pengalamannya datang ke salah satu pasar tradisional di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengecek harga bahan pokok dan berdiskusi secara langsung dengan pedagang.

"Saya tany‎a mbok-mbok yang berjualan di pasar, harganya stabil atau enggak stabil, saya tanyakan itu. Enggak ada pak, hanya cabe pak (yang naik)," kata Jokowi.

Baca: Abdee Negara Berharap Bisa Tampil Lebih dari 20 Menit Saat Konser Slank

Naik turunnya harga cabe, kata Jokowi, memang biasa, tetapi kenaikannya masih dapat terkendali. Dan jika harga terlalu murah, maka yang mengalami kerugian adalah para petani.

"Biasa fluktuasi sepeti itu, tergantung suplai dan demand, kalau suplainya banyak berarti harganya turun. Yang penting dikendalikan dengan angka-angka yang dinamakan inflasi, pegangan kita inflasi," papar Jokowi.

Terkait harga-harga kebutuhan pokok, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengaku selalu mendapatkan data terkini setiap harinya, seperti harga beras yang mengalami penurunan Rp 100 menjadi Rp 11.750 per liter, telur turun Rp 350 menjadi Rp 22.950 per kilogram, dan lainnya.

‎"Yang sulit itu menjaga keseimbangan, bagaimana masyarakat seneng, pentaninya seneng. Jadi, jangan sampe kita ini termakan isu-isu yang tidak benar. Wong saya tiap pagi bacaan saya harga-harga, angka-angka, jangan dipikir saya enggak baca," ungkapnya. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved