Pilpres 2019

Mengapa Cucu Bung Hatta Mau Muntah Ketika Kakeknya Disamakan dengan Sandiaga Uno?

Adakalanya seseorang diberi julukan dengan menyamakannya dengan tokoh lain. Biasanya julukan itu disematkan atas dasar-dasar yang kuat.

Mengapa Cucu Bung Hatta Mau Muntah Ketika Kakeknya Disamakan dengan Sandiaga Uno?
(tribunnews.com) 

ADAKALANYA seseorang diberi julukan dengan menyamakannya dengan seorang tokoh lain. Biasanya julukan itu disematkan atas dasar-dasar yang kuat dan relevan.

Pada awal tahun 70-an, misalnya, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Nurcholish Majid pernah diberi julukan "Natsir Muda".

Mohammad Natsir adalah mantan Ketua Umum Partai Masyumi yang telah dibubarkan di masa Soekarno.

Natsir juga dikenal sebagai seorang intelektual Muslim dan sangat dekat dengan beberapa aktivis organisasi Islam.

Nurcholish diberi julukan sebagai "Natsir Muda" lantaran Ketua Umum HMI di tahun 70-an itu dikenal sebagai intelektual muda muslim.

Karenanya sebutan sebagai "Natsir Muda" itu memberi kontribusi positif untuk Ketua Umum HMI itu.

Tetapi perlu juga dicatat, publik dapat menilai apakah sebutan yang diberikan kepada seorang tokoh, punya dasar atau tidak.

Malahan kalau sebutan yang diberikan itu dianggap mengada-ada atau terlalu lebay justru hal yang demikian akan menuai reaksi negatif.

Kelihatannya hal yang demikianlah yang terjadi terhadap Sandiaga Uno.

Seperti yang sudah kita baca melalui media, Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sebuah unggahan video menyatakan Sandiaga merupakan representasi dari sosok baru Bung Hatta.

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved