Megadeth Kenalkan Album Dystopia, Bermula di Jepang Tahun 2015 Berakhir di Kridosono Yogyakarta

Tur panjang Megadeth mengenalkan album Dystopia yang dimulai Februari 2015 di Jepang, berakhir di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Megadeth Kenalkan Album Dystopia, Bermula di Jepang Tahun 2015 Berakhir di Kridosono Yogyakarta
Dokumentasi Rajawali Indonesia.com
Perjalanan tur panjang Megadeth mengenalkan album Dystopia yang dimulai Februari 2015 di Jepang, berakhir di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (27/10/2018) malam. 

WARTA KOTA, YOGYAKARTA---Perjalanan tur panjang Megadeth mengenalkan album Dystopia yang dimulai Februari 2015 di Jepang, berakhir di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (27/10/2018) malam.

Selama tiga tahun, puluhan negara di lima benua dijelajahi grup band trash metal asal Amerika Serikat (AS) yang bersinar di era 1980-an itu.

Panggung megah JogjaRockarta #2 2018 menjadi saksi bisu aksi terakhir Dave Mustaine (vokal/gitar), Kiko Loureiro (gitar), David Ellefon (bass) dan Dirk Vebeuren (drum) di perjalanan tur panjangnya, sebelum para personel Megadeth itu kembali masuk dapur rekaman di California, AS.

Sebelum tampil di festival musik rock internasional keduanya --setelah di akhir Oktober 2017 menghadirkan band trash metal gaek dunia Dream Theater--, Dave cs beraksi di Resurrection Festival di Viveiro, Spanyol, 13 Juli, dan Stadion Municipal de Oeiras, Lisbon, Portugal, 10 Juli 2018.

Setelah beraksi di Lisbon dan Viveiro, para personel Megadeth kembali pulang ke California. Ujung tur panjangnya itu akhirnya diselesaikan di panggung JogjaRockarta #2 2018.

"Kami bersyukur bisa jauh-jauh datang dari Amerika Serikat hanya untuk kalian dan memainkan hanya satu konser, disini," kata Dave.

"Itu menjadi bukti betapa berartinya Anda semua bagi kami," lanjut Dave mewakili Kiko, David dan Dirk, bersemangat. Megadeth yang tampil dahsyat di JogjaRockarta #2 2018 ini membuka aksi panggung lewat single Hangar 18 dari album Rust in Peace (1991).

Lagu yang bercerita tentang konspirasi politik ala Negeri Paman Sam itu kerap menjadi pembuka konser Megadeth dimanapun, termasuk panggung JogjaRockarta #2. Sontak, penggemar Megadeth lalu berjingkrak mengikuti suara gitar Dave dan Kiko yang bermain ciamik bersama Dirk dan David.

Mereka seolah menjadi `imam besar' para pecinta musik metal dunia. Dave dkk bahkan terus dipuja-puji selama memainkan musik kerasnya.

Meski pernah datang dan tampil, aksi keempat Dave dkk di Indonesia ini tetap memukau, serta membuat kagum lebih dari 15.000 penontonnya di Kridosono.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved