Dirut PT Transjakarta Dicopot, Pengamat: Syukurlah, Agar Tidak Bangkrut seperti Cipaganti
Pengamat transportasi Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengaku telah mendapat kabar Dirut PT Transportasi Jakarta akan diganti.
PENGAMAT transportasi Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengaku telah mendapat kabar bahwa Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan diganti.
"Ada info Dirut Transjakarta diganti. Tadi siang saya mendapat pesan singkat dari seorang teman yang isinya memberi tahu bahwa Dirut Transjakarta diganti," ujar Azaz Tigor saat dikonfirmasi, Minggu (28/10/2018).
Bahkan Azas bersyukur atas pergantian jabatan itu, meskipun ia menyesalkan kenapa baru terjadi pada saat ini.
"Syukurlah diganti agar Transjakarta tidak bangkrut seperti Cipaganti, walau sebenarnya sudah terlambat," ucapnya.
Ia sempat bingung pada awal Januari 2016 mengapa Budi Kaliwono yang diangkat menjadi pengganti Antonius Kosasih saat itu.
"Entah apa alasannya saat lalu Dirut Transjakarta diambil dari orang yang yang membuat bangkrut perusahaan lain? Seperti tidak ada orang baik saja," ucap Azas.
Ia mengaku telah meminta agar Budi Kaliwono beserta jajarannya untuk dirombak total dengan alasan tidak bisa melayani dengan baik dan diduga melakukan tindak korupsi.
"Sudah lama, setidaknya sudah dua tahun lalu saya meminta agar Dirut dan semua jajaran Transjakarta diganti. Alasannya karena manajemen Transjakarta tidak bisa membangun perusahaan dan pelayanan yanh baik bagi warga Jakarta dan diduga banyak korupsinya," ungkap Azas Tigor.
Ia memberikan salahsatu contoh yang menurutnya Budi melakukan tindak korupsi, yakni pada saat peremajaan Metromini sampai persoalan laporan keuangan yang tak jelas.
"Contoh kecil korupsinya dalam program peremajaan Metromini menjadi Minitrans, Transjakarta menjual mobil dan mengutip uang manajemen Rp 30 juta dimuka. Juga soal uang hasil 7 juta transaksi per hari Top Up uang elektronik di halte Transjakarta tidak jelas laporan serta pertanggung jawabannya. Harusnya KPK masuk juga memeriksa dugaan korupsi di Transjakarta," papar Azas Tigor.
Ia menilai saat ini Transjakarta dalam keadan tidak baik dan meminta segera ada perombakan manajemen PT Transjakarta dalam waktu dekat.
"Sebaiknya semua direksi dan jajaran manajemennya diganti. Selama ini mereka itu alatnya Dirut membuat Transjakarta amburadul dan korup pelayanannya juga manajemennya," kata Azas Tigor.
Ia berharap pengganti Budi Kaliwono bisa bersikap profesional dalam melayani seluruh penumpang.
Selain itu ia juga berharap agar pengganti Budi nantinya bisa membuat pelayanan TJ lebih baik lagi untuk para penumpang.
"Semoga orang pengganti atau Dirut serta jajaran manajemen yang baru adalah orang yang punya hati melayani, profesional dan mumpuni serta tidak korup. Semoga mereka bisa membawa Transjakarta lebih baik membangun pelayanan bagi warga Jakarta," ungkapnya.
Diketahui dari narasumber terpercaya Warta Kota, Budi terakhir menjabat sebagai Dirut PT Transjakarta pada Sabtu (28/10/2018) dan akan digantikan oleh Agung Wicaksono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi dan Maintenance PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. (M16)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/budi-kaliwono_20180131_121529.jpg)