10 Pemuda Depok yang Siap Tawuran Ternyata Geng Motor

Sepuluh pemuda bersenjata celurit yang diringkus Tim Jaguar Polresta Depok ternyata anggota geng motor yang hendak tawuran.

10 Pemuda Depok yang Siap Tawuran Ternyata Geng Motor
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ini dia sepuluh pemuda bercelurit yang diringkus tim Jaguar Polresta Depok karena hendak tawuran. 

TIM Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok mengamankan sepuluh orang pemuda yang rata-rata masih pelajar SMU, dari sebuah tempat pencucian motor di Jalan Juanda, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (28/10/2018) dinihari sekira pukul 04.30.

Sekelompok pemuda ini dibekuk saat bersiap tawuran dengan kelompok lainnya di wilayah Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.

Mereka telah diintai Tim Jaguar Polresta Depok sejak pukul 01.00 atau lebih dari tiga jam sebelum diamankan.

Dari tangan mereka disita 5 senjata tajam berupa 4 celurit ukuran besar dan satu pedang samurai.

Komandan Tim Jaguar Polresta Depok Inspektur Satu Winam Agus menuturkan dari hasil pemeriksaan awal pihaknya kepada para pemuda ini, diduga kuat mereka adalah gengster atau geng motor yang menamakan diri Kelompok Pengarengan atau Kelompok Juanda Pengarengan.

"Begitulah, kami duga kuat mereka ini merupakan geng motor atau gengster yang berpotensi melakukan tindak pidana di Depok," kata Winam kepada Warta Kota, Minggu (28/10/2018).

Menurut Winam mereka menamakan geng mereka dengan sebutan Kelompok Pengarengan atau Kelompok Juanda Pengarengan, karena berdasarkan lokasi tempat mereka biasa berkumpul yakni di tempat cucian motor di Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok, di dekat Situ Pengarengan. "Mereka ini juga pemuda atau warga di sekitar sana atau yang tinggal di sekitar Jalan Juanda di dekat Situ Pengarengan," kata Winam.

Ia menjelaska sejak Minggu dinihari pukul 01.00, pihaknya sudah mengintai kelompok ini karena mendeteksi kemungkinan adanya potensi gangguan keamanan yang akan mereka lakukan.

"Awalnya sekumpulan anak muda ini bikin acara ultah dengan kelompoknya. Kami amati mereka terus sejak pukul 01.00, karena sebelumnya pergerakan mereka belum membahayakan," kata Winam, kepada Warta Kota, Minggu.

Namun, tambah Winam, sekitar pukul 04.00, kelompok ini mulai memperlihatkan aktivitas yang mencurigakan.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved