Serikat Buruh Tangerang Raya Bakal Turun ke Jalan Tuntut Kenaikan Upah 25 Persen

Wawan menegaskan, pekerja buruh harus bahu-membahu berjuang secara masif turun ke jalan untuk melawan penindasan.

Serikat Buruh Tangerang Raya Bakal Turun ke Jalan Tuntut Kenaikan Upah 25 Persen
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Puluhan ribu buruh dari berbagai kalangan berjalan kaki memperingati hari buruh internasional atau Mayday di Kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (1/5/2012). 

SERIKAT Buruh se-Tangerang Raya bakal menggelar aksi besar-besaran. Mereka mengancam turun ke jalan demi mengawal besaran kenaikan upah.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Galih Wawan Haryanto selaku Presidium Aliansi Rakyat Tangerang Raya (ALTTAR) serikat pekerja. Ia menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi terkait perihal tersebut.

"Kami pada akhir Oktober ini akan menggelar audiensi dengan Kadisnaker Pemprov Banten dan Kepala Daerah seperti Bupati serta Wali Kota Tangerang," ujar Wawan kepada Warta Kota, Jumat (26/10/2018).

Baca: Fakhri Husaini Sebut Penunjukan Bima Sakti Sebagai Pelatih Timnas Perjudian Luar Biasa PSSI

Kemudian, pada awal November 2018, para serikat buruh mengawal hasil rekomendasi dari audiensi tersebut. Puncaknya pada 22-20 November, mereka menggelar aksi besar-besaran turun ke jalan menolak upah murah dari regulasi PP78.

"Penetapan kenaikan upah bagi pekerja industri barang dan jasa sebesar 8,03 persen tanpa survei pasar, merupakan pelanggaran UU 13 Tahun 2003 Jo Kepmen 07 tahun 2013," katanya.

Wawan menegaskan, pekerja buruh harus bahu-membahu berjuang secara masif turun ke jalan untuk melawan penindasan. Penguasa, katanya, seharusnya memberikan kesejahteraan bagi pekerja buruh demi mencapai cita-cita besar negara, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Baca: Buruh Eskpedisi Tewas Tertimpa Saat Turunkan Alat Kesehatan di RSUD Budi Asih

"Kalimat itu merupakan asas legalitas untuk pencapaian kesejahteraan pekerja buruh. Oleh karena itu, hari ini kami Serikat Buruh se-Tangerang Raya melakukan konsolidasi membangun kekuatan untuk melawan kesewenang wenangan itu," tegas Wawan.

"Kami bakal terus kawal ini dan mewujudkan serta menuntut kenaikan upah 25% dari hasil survei pasar," sambungnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved