Pemkot Jakbar Bentuk KPST untuk Kurangi Volume Sampah Warga

Setiap kecamatan di Jakarta Barat nantinya menyiapkan satu RT untuk dijadikan percontohan KPST.

Pemkot Jakbar Bentuk KPST untuk Kurangi Volume Sampah Warga
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas mengangkut tumpukan sampah di TPS. 

Pemerintah Kota Jakarta Barat akan membentuk Kampung Penanganan Sampah Terpadu (KPST) di delapan kecamatan.

Pembentukan itu untuk mengurangi volume sampah warga sebelum dibuang ke TPA Bantargebang. 

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto mengatakan, setiap kecamatan di Jakarta Barat nantinya menyiapkan satu RT untuk dijadikan percontohan KPST yang akan dibentuk. 

“Konsep KPST ini sebenarnya untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya. Adanya KPST di setiap rumah tangga nantinya membuat masyarakat harus memilah sampah organik dan anorganik,” kata Edy, Jumat (26/10/2018).

Edy mengatakan, pihaknya menargetkan 18 persen sampah yang dihasilkan masyarakat di wilayah Jakarta Barat akan berkurang dengan adanya KPST. Namun demikan Edy mengaku belum tahu pasti kapan percontohan KPST tersebut dimulai. 

“Kita masih koordinasi dengan tingkat kota. Kita sih penginnya akhir bulan ini, dengan begitu jumlah sampah yang dibuang ke TPA Bantargebang berkurang,” ucapnya. 

Adapun untuk mendukung program KPST, Sudin LH menyiapkan sebanyak 4.000 kantong plastik pemilah sampah. Ribuan kantong sampah itu akan dibagikan kepada warga di delapan RT dari perwakilan masing-masing kecamatan se Jakarta Barat.

“Program KPST ini nantinya akan melibatkan sekitar 60 hingga 80 KK di setiap RT yang terpilih untuk menjadi percontohan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan mengatakan pembentukan KPST sejalan dengan program Kebijakan Strategis Nasional Daerah (Jakstranasda) yakni menggalang pemberdayaan warga. 

“KPST difokuskan di tingkat RT. Nantinya setiap RT akan dilengkapi tong sampah pemilah. Selain membangun Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RW, bagaimana menggalang pemberdayaan warga untuk pembentukan KPST,” ujarnya. 

Menurut Fredy, Sudin LH saat ini terus melakukan sosialisasi program Jakstranasda kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi mengelola lingkungan dan memanfaatkan bank sampah unit. 

“Saat ini, produksi sampah di Jakarta Barat mencapai 1.300 ton per hari. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan sampah melalui program BSU juga dalam KPST,” ucapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved